Desa Poja memiliki lahan milik Dinas
Perhutani dengan tekstur tanah berbukit yang kami sebut dengan Bukit Kayu
Putih. Hamparan pohon kayu putih dengan rumput yang mengelilinginya seperti Raja
diatas permadani hijau. Ditambah dengan suasana Desa Poja yang damai, membuat
lahan tersebut terlihat asri, indah, amazing dan wonderful.
Jajaran pohon-pohon bambu (berbahasa
latin: bamboo) dengan bunyi khasnya,
mengantarkan perjalanan setiap orang yang ingin berkunjung ke Bukit Kayu Putih.
Menawarkan perasaan ingin kembali lagi.

Lebih keatas lagi, Bukit tersebut
menyajikan pemandangan yang sangat luar biasa. Kuasa Tuhan untuk setiap hal
yang menakjubkan. Bersama banyak pohon-pohon raksasa yang menemani kokohnya
pohon-pohon Kayu Putih, Bukit itu kembali ingin menceritakan bahwa dari sanalah
setiap pengunjung dapat melihat segalanya.
Melihat hal tersebut, melalui buku
Desa ini kami ingin mengenalkan potensi Poja yang nyaris tak terjamah. Sisi lain dari Desa Poja yang telah dikenal
karena kuliner pentol tahunya.
Kisah lain dari
Poja adalah, kuliner asli made in
Poja yakni tahu pentol, sudah membahana di seantero sumenep. Siapa yang tak
kenal dengan pentol tahu dari Desa yang belum terjamah, Poja, semua pasti
mengetahuinya. Pentol tahu yang terlihat sederhana itu, sudah punya daftar
penggemar yang membludak.
Dengan Buku Desa
ini pula, kami kembali mengenalkan bahwa Desa Poja punya bagian menarik untuk
dikunjungi, diberdayakan, dibina dan dikembangkan sesuai dengan slogan
Pembekalan Mahasiswa KKN STKIP PGRI Sumenep, “Pemberdayaan Keluarga sebagai
Upaya untuk Mengembangkan Jiwa Wirausaha”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar