Rabu, 15 April 2015

SEKILAS TENTANG POJA



Desa Poja memiliki lahan milik Dinas Perhutani dengan tekstur tanah berbukit yang kami sebut dengan Bukit Kayu Putih. Hamparan pohon kayu putih dengan rumput yang mengelilinginya seperti Raja diatas permadani hijau. Ditambah dengan suasana Desa Poja yang damai, membuat lahan tersebut terlihat asri, indah, amazing dan wonderful.
Jajaran pohon-pohon bambu (berbahasa latin: bamboo) dengan bunyi khasnya, mengantarkan perjalanan setiap orang yang ingin berkunjung ke Bukit Kayu Putih. Menawarkan perasaan ingin kembali lagi.
Lebih keatas lagi, Bukit tersebut menyajikan pemandangan yang sangat luar biasa. Kuasa Tuhan untuk setiap hal yang menakjubkan. Bersama banyak pohon-pohon raksasa yang menemani kokohnya pohon-pohon Kayu Putih, Bukit itu kembali ingin menceritakan bahwa dari sanalah setiap pengunjung dapat melihat segalanya.
Melihat hal tersebut, melalui buku Desa ini kami ingin mengenalkan potensi Poja yang nyaris tak terjamah.  Sisi lain dari Desa Poja yang telah dikenal karena kuliner pentol tahunya.
Kisah lain dari Poja adalah, kuliner asli made in Poja yakni tahu pentol, sudah membahana di seantero sumenep. Siapa yang tak kenal dengan pentol tahu dari Desa yang belum terjamah, Poja, semua pasti mengetahuinya. Pentol tahu yang terlihat sederhana itu, sudah punya daftar penggemar yang membludak.
Dengan Buku Desa ini pula, kami kembali mengenalkan bahwa Desa Poja punya bagian menarik untuk dikunjungi, diberdayakan, dibina dan dikembangkan sesuai dengan slogan Pembekalan Mahasiswa KKN STKIP PGRI Sumenep, “Pemberdayaan Keluarga sebagai Upaya untuk Mengembangkan Jiwa Wirausaha”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar