Sabtu, 20 Juli 2013

Prosa Fiksi



ANALISIS RELIGIUSITAS dalam NOVEL “FACEBOOK ON  LOVE 2”
KARYA : IFA AVIANTY


- Synopsis novel :
Sedikit saya bahas mengenai Dwilogi novel Facebook in Love ini dalam novel Facebook on Love 1 karya Ifa Avianty, menceritakan tentang seorang eksekutif muda yang sedang merintis karirnya sebagai CEO sebuah penerbitan yang baru dibangunnya. Fadli Kusharyawan, lelaki tampan yang sebenarnya adalah penerus tunggal kerajaan bisnis Kusharyawan Megah Group ini, terkenal disiplin, angkuh, berwatak keras, egois, dan workaholic. Karena ketampanannya inilah, Fadli banyak disukai bahkan oleh para karyawan perempuannya sendiri, mengesampingkan sifat buruknya.
Perseteruannya dengan seorang perempuan cantik bernama Dayana Adriana Sumaharyana yang akrab dipanggil Dea di akun jejaring Facebooknya terus berlanjut hingga ke kantor. Karena tanpa sengaja, Dea diterima sebagai karyawan penerbitan milik Fadli.
Dea yang lulusan universitas Amerika dan Australia ini, dimaksudkan sekembalinya dari luar negeri diharapkan mampu memegang perusahaan milik sang ayah. Namun ternyata, perusahaan yang dirintis ayah Dea bangkrut. Hingga Dea yang memang terbiasa hidup sederhana, mencari pekerjaan lain dan akhirnya diterima di perusahaan penerbitan milik Fadli.
Pertemuan antara Dea dan Fadli menimbulkan kehebohan dalam kantor. Diakibatkan karena seringnya Fadli dan Dea bertengkar, bahkan hal sepelepun menjadi pertengkaran hebat. Entah apa penyebab utamanya. Yang jelas, sifat egois Dea dan juga sikap tak mau mengalah Fadli menyebabkan mereka kian beradu mulut. Di kantornya, Dea dikenal sebagai satu-satunya perempuan yang berani membantah sang Boss saat perlakuannya salah dan sewenang-wenang.
Hingga tanpa sengaja, Fadli dan Dea menemukan sebuah box kecil yang ternyata didalamnya terdapat sepasang bayi kembar saat mereka akan pulang kantor. Kecintaan mereka terhadap anak kecil, membuat mereka berinisiatif untuk saling merawat kedua bayi yang berbeda jenis kelamin tersebut.
Repotnya Fadli dan Dea merawat kedua bayi itu dengan jarak tempat tinggal mereka yang berbeda, membuat Fadli pada akhirnya meminang Dea untuk menjadi istri Fadli sekaligus ibu dari kedua anak yang mereka temukan. Hingga sanggup membuat iri seluruh perempuan penerbitan yang pada dasarnya mereka menyukai Pak Boss.
Perlahan Fadli dan Dea saling mengasihi seiring pernikahan mereka. Namun, ditengah perjalanan rumah tangga mereka, Dea perang batin. Dikarenakan hidupnya yang sederhana, harus menikah dengan Eksekutif muda sekaliber Fadli yang glamour menuntut Dea untuk  tampil ‘anggun’ dalam setiap pesta, pertemuan, bahkan media sebagai istri seorang sosialita muda.
Menjadi pendamping laki-laki seperti Fadli tak mudah bagi Dea. Banyaknya gosip yang menimpa Fadli yang terkenal sebagai Bad Guy dengan sifat macho, cool, namun keren itu membuat fakta baru dalam hidup Dea tentang siapa Fadli di masa lalu. Bahkan media pun menjadi momok tersendiri bagi Dea.
Kedatangan kembali sosok mantan kekasih Fadli yang seorang artis, sanggup membuat Dea shock berat. Rumah tangganya dipertaruhkan disini. Dan Dea lebih terkejut lagi, saat mengetahui bahwa Fadli telah memiliki anak dari hubungannya yang tak direstui dengan si artis yang usia jauh lebih tua dari Fadli. Tak cukup sampai disitu saja, rumah tangga Dea terusik kembali dengan banyaknya pemberitaan mengenai artis tersebut dengan kekasihnya, Fadli.
Dea, perempuan tabah yang sanggup kembali mempercayai suaminya ini, dengan ikhlas merawat anak dari hubungan Fadli dengan sang artis tersebut dikarenakan mantan cinta pertama Fadli itu meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya ini. Justru Dea tak benar-benar benci padanya, maka ia ikhlas membesarkan anak Fadli bersama perempuan dari masa lalunya. Dan kembali merajut cintanya bersama Fadli dan ketiga anak mereka.
Diteruskan dengan kisah dari novel Facebook on Love 2 yang akan saya analisis, dimana pada novel kedua ini menceritakan tentang dipertaruhkannya kembali rumah tangga Dea dengan Fadli. Tak peduli apa kata dunia, Fadli, the crown prince of Kusharyawan Megah Group tetap nekat menikah dengan the commoner Dayana alias Dea. Padahal cinta mereka tadinya justru berawal dari permusuhan di halaman facebook.
Menikah dengan Fadli, laki-laki yang Dea cintai, ternyata tak seindah yang Dea angankan tentang sebuah pernikahan saat masih gadis remaja dulu. Mereka menemukan bayi kembar, lalu Fadli yang ternyata memiliki seorang bayi dari hasil hubungannya dengan almarhumah kekasihnya. Dan, sekarang Dea sendiri mengandung buah cintanya dengan Fadli.
Fadli yang memang workaholic semakin sibuk. Bukan sibuk hanya di perusahaan penerbitan miliknya, namun Fadli juga sibuk mengurus perusahaan-perusahaan lain yang diturunkan sang ayah, selaku penerus tunggal kerajaan bisnis Kusharyawan Megah Group.
Berbagai peristiwa pun menguji pernikahan muda mereka, mulai kedatangan perempuan yang dulunya pernah dijodohkan dengan Fadli. Hingga permasalahan tiga anak mereka yang bukan darah daging Dea. Juga kembali tersiar kabar tentang isu “status gelap” Fadli di masa lalu. Semuanya membuat Dea nyaris lelah bertahan.
Di saat-saat tertekan itulah, muncullah seorang Candra Wibawa, cinta pertama Dea saat masih SMA. Ia seorang lelaki kharismatik yang paling tulus dan pengertian yang pernah dikenal Dea. Mengetahui si jenius Candra masih sendiri, Dea pun  berusaha menjodohkannya dengan Tita, salah satu sahabatnya di Geng Tikus Pengerat yang juga seorang hantu Facebook.
Akan tetapi, badai tak kunjung mereda dalam rumah tangga Fadli dan Dea. Ketabahan mereka diuji kembali dengan meninggalnya bayi yang dilahirkan Dea, buah cintanya bersama Fadli. Dan Dea divonis lemah rahim. Juga rahasia yang selama ini disimpan Fadli. Fadli menginap kanker prostat stadium akhir.
Dea merasa, ini adalah puncak dari ujian Tuhan untuknya. Meski Dea masih menyisakan optimisme bahwa dirinya dan Fadli bisa melewati semuanya dengan baik, dan Fadli akan dinyatakan sembuh total. Di sisi lain, Fadli dan orangtuanya secara ekspres menyiapkan Dea sebagai pemegang tongkat estafet kerajaan bisnis Kusharyawan Megah Group, sebagai persiapan. Hingga pada akhirnya, Fadli meninggalkan Dea untuk selamanya
Lima tahun sepeninggal Fadli, setelah keadaan hatinya telah siap, Dea menerima amanah terakhir dari Fadli. Yakni menikah dengan Candra yang ternyata adalah adik sepupu Fadli. Dan dari Candra pula, sebenarnya Fadli telah jatuh cinta sebelum mereka mengawali permusuhan di Facebook. Dan akhirnya, Dea pun menikah dengan Candra, lelaki dari masa lalunya.


   -Analisis
Nilai religiusitas adalah nilai yang mendasari dan menuntun tindakan hidup ketuhanan manusia, dalam mempertahankan dan mengembangkan ketuhanan manusia dengan cara dan tujuan yang benar. Istilah religiusitas, pengertiannya berbeda dengan agama (religi). Religiusitas lebih menunjuk pada aspek yang ada dalam lubuk hati manusia, riak getaran hati pribadi manusia, sikap personal yang bersifat misteri bagi orang lain, karena menafaskan intimitas jiwa. Religiusitas memperlihatkan nafas intensitas jiwa, yaitu cita rasa yang merupakan kesatuan rasio dan rasa manusiawi ke dalam pribadi manusia.
Dalam Nilai religiusitas ini, terkandung unsur Aqidah, Syariah, dan Akhlak yang dikemas dalam :
1.        Aqidah
a.     Tauhid (mengenal Allah dan Rasul)
Ketauhidan tokoh dalam novel ini, yakni percaya dan mengimani apa yang dimiliki Allah. Terbukti dalam uraian Status Facebook Fadli yang kemudian di komentari oleh Dea :
Fadli Kusharyawan : Banyak hal yang tak bisa terjelaskan oleh kata-kata.
Dayana Kusharyawan : Tuhan menciptakan Kalam dalam sejuta entuknya. Maka carilah yang paling dekat denganmu untuk bisa mengatakannya. (2010:7)

b.    Iman terhadap takdir (ikhlas hati, percaya pada Allah)
Terlukis bahwa tokoh senantiasa percaya akan Kuasa yang Allah berikan, karena Allah tak pernah tidur, senantiasa memantau bahkan untuk setiap pertolongan, seperti semangat yang diberikan Candra pada Dea :
Tuhan adalah Raja bagi setiap hamba-Nya. Dia bisa saja menjentikkan jari-Nya yang embutuhkan. Maka jangan pernah putus asa meminta. (2010:159)

2.        Akhlak
a.    Pada Allah (menjalankan perintah Allah, rendah diri pada Allah)
Tokoh sanggup menjalankan perintah Allah, sholat, baca Qur’an, dan perintah sunnah lainnya, yang diceritakan :
Dea memanjangkan sholatnya maghribnya dengan melanjutkan shalat rawatib ba’dliyah (shalat sunah dua rakaat setelah shalat maghrib), serta menyempatkan membaca Al–Qur’an jauh lebih banyak dari biasanya. Dia juga memanjangkan wirid, zikir, dan doanya. (2010:240)

Tokoh juga mengajarkan rendah diri adapan Allah :
Sementara untuk melata di kaki-kaki-Mu pun aku rela. (2010:172)
b.    Pada orangtua (insan sholeh dan sholehah)
Akhlak pada orangtua ini tercermin dalam :
“Anak-anak saleh dan shalehah, cuci tangan dan kaki dulu sebelum tidur. Terus baca doa, ya? Ingat, kan? Bismika Allahumma ahya wa bismika....”
“...amuuutt!”
“Good,sekarang tiidur semua. Ayo cium tangan Panda dan Bunda.” (2010:118)

c.    Dalam menerima ketentuan Allah
Kesabaran tokoh, terlihat saat Candra menasehati Dea untuk menerima ketentuan dari Allah, seperti :
 “Menurut saya sih, Yan, memang manusia ya begitu. Setelah sekian lama hidup sederhana dengan kadar yang menurut kita pas, terus Tuhan kasih kita kesempatan untuk hidup di strata sosial ekonomi yang meningkat, baru deh kita kayak sadar. Iya sih pasti bersyukur, happy, dan lain-lain. Tapi pasti ada semacam kesadaran, atau apa ya, kerinduan, mungkin. Kerinduan buat kembali mendapat apa yang dulu pernah kita miliki dan sering lupa kita syukuri (karena saking lekatnya dengan keseharian). Yang dulu begitu murah buat kita dan kini mahal buat kita dapatkan kembali. Kesederhanaan.”(2010:45)

Ketabahan dan keikhlasan tokoh saat menerima Kuasa Allah juga terlukis dalam :
Dan tak ada lagi denyut kehidupan di sana. Dea lungkrah. Belahan jiwanya telah pergi.  Hanya membawa cintanya, namun juga hatinya.
Ketika akan pingsan, Dea mendengar sebuah suara yang amat dikenalnya, dan takkan mungkin didengarnya lagi. Tepat di telinganya. “Aku pergi, sayang. Insya Allah, kita akan dipertemukan di tempat yang sangat indah, paling indah...kelak. ikhlas ya, Sayang, Sweety?”
Ikhlas.
Kembali kata itu menguarkan sekian makna dalam dirinya.
Ikhlas hingga takdir menuntunnya menjalani lembar demi lembar episode kehidupannya, sampai kepada akhirnya kelak. Entah.
Ikhlas melepaskan semua yang terbaik yang Allah pinjamkan sebagai amanah untuknya. (2010:256)



d.    Perasaan malu
Disini diceritakan bahwa perasaan malu yang ditimbulkan karena malu terhadap orang lain :
WHAT???
Dea yang sedang menyelesaikan tugasnya, langsung menegakkan tea. Nggak salah tuh?
Fadli kirim lagu? Kayak ABG?
Atau kayak oma-opa, secara lagunya adalah lagu tahun 60an?
But, he is the one who knows that she loves the song.
Itu salah satu lagu yang ada di koleksi iPod Dea.
Coba deh, mana kirim lagunya di LoveSongs FM pula.
Huaaa, nggak malu apa dia, seluruh jajaran Kusharyawan Megah Group dengerin semua, atau at least, sebagian besarnya?
Soalnya LoveSongs FM ini adalah salah satu perusahaan yang bernaungdi bawah bendera Kusharyawan Megah Group. Kantornya di ai 7 North Tower gedung ini juga kok. Dea malah kenal sama GM dan para penyiarnya. Wadoooh.
Astaga. Astaga.
Sejenak Dea merasakan pipinya menghangat. Romantis sekali sih suaminya. (2010:223)


 


Untuk Cinta



Untuk Cinta


Aku berjalan bersama keempat temanku, menuju Fakultas Bahasa & Budaya di gedung ketiga dan deretan gedung – gedung megah kampusku. Teriknya matahari siang tak mengurungkan langkah kaki kami untuk tetap mengikuti perkuliahan.
Saat akan tiba, seseorang mengejutkanku.

“ Dee….”

Kualihkan pandanganku mencari sososknya. Sosok yang selalu memanggilku “Dee’’. Kutemukan dirinya sedang duduk bersama teman –temannya didepan perpustakaan Fakultasku. Kuberikan senyumku padanya, yang dibalas oleh senyuman pula darinya.

“ Duluan Jo !” Ucapku yang dibalas dengan anggukan darinya.

Hhh…… laki – laki itu.

Laki – laki yang tetap teguh memanggilku “ Dee “

Sembari kulangkahkan kakiku menuju kelas di lantai dua, pikiranku berkelana. Mengingat setiap episode – episode perkenalanku dengan lelaki yang baru saja menyapaku. Ckckckc ….

#   #   #

Namanya Johan Rexa. Lelaki blasteran Jepang – Palembang ini mahasiswa akhir Fakultas Ilmu Komunikasi. Gedung kuliahnya, tepat berada di depan gedung kuliahku.

Matanya sedikit sipit, dengan senyum yang selalu terkembang pada siapapun yang dikenalnya. Wajahnya menjadi idola disetiap sudut kampusku.

Aku mengenalnya saat berpapasan dengannya di Seketariat senat. Ia meminta bantuanku untuk membawakan beberapa karton ke ruang kesenian. Itulah awal perkenalan kami, yang terjadi sekitar 2 tahun lalu.

Entah dari mana ia mendapatkan nomor ponselku, yang jelas ia mengajakku pada sebuah tali persahabatan.

Dia baik padaku, aku juga baik padanya dan persahabatan kami yang pada dasarnya berbeda tak runtuh walau dirinya pernah mengatakan sesuatu yang mengejutkanku.

Johan Rexa, lelaki yang banyak digilai perempuan – perempuan dikampusku. Lelaki yang tak pernah mau memanggilku “ Laras “ . Dan yang tak pernah mengijinkanku memanggilnya “ kakak “. Katanya, agar lebih dekat jalinan persahabatan kami, dia menyuruhku memanggilnya “ Jo”. Simple …

Pernah disuatu waktu, kami bertemu di perpustakaan Fakultasku. Saat itu Jo baru saja berbincang dengan temannya yang sama Fakultas denganku. Saat melihatku tengah sendiri, Jo mengampiriku.

“ Dee….” Sapanya ramah.

Aku yang sedang duduk membaca, mendongak kepadanya yang telah berdiri tepat disebelahku. Tersenyum kepadanya.

“ Hai … ayo duduk !” balasku seraya mempersilahkannya duduk dikursi sebelahku yang kosong, entah mengapa hari ini perpustakaan sepi pengunjung hanya segelintir orang yang nampak.

Jo lantas duduk disebelahku dengan membawa sebuah buku yang mungkin hendak dibacanya. Yang jelas, Jo membuka – membuka lembaran buku itu. Hehehe Lucu !

“ Dee… kerinduan setiap jiwa itu indah ya ?? kita mencintai orang yang berbeda – beda, di tempat yang berbeda juga. Namun pada akhirnya kita mempunyai tujuan yang sama, meraih kegembiraan, kedamaian, kasih sayang, dan hidup penuh makna. “ ucapnya, memulai pembicaraan kami.

Aku mengernyitkan dahi. Mencoba mencerna perkataan Jo, “kamu kenapa ?” tanyaku.

Jo menoleh lalu menatapku, menyunggingkan seuntas senyum indahnya.

“ Gak Dee…. Hehehe….. aku kangen kamu !!! “ jujurnya padaku.

Spechleeeees…..

Ku coba membalas senyum Jo. “ kok bisa ??? ” tanyaku konyol.

Kulihat Jo menggaruk – garuk kepalanya. “ Dee… seandainya ada cowok beda keyakinan denganmu, terus dia naksir kamu gimana ? ”

“ Itu hak dia Jo…”

“ Maksudku, Dee mau menerima dia ?”

Aku tersenyum simpul membalas tatapan Jo. “ kamu kenapa sih ??” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

Jo menggeleng lemah, “ Cowok yang Dee suka tipe seperti apa ?”

Aku berfikir sejenak, “ dia tidak kasar Jo ! “. Akhirnya...

“ Kalo beda keyakinan sama Dee ???”

Lagi….

“ Jo tahu kan, aku perempuan muslim? Perempuan muslim gak boleh dinikahi lelaki non muslim, Jo” jawabku padanya.

“Kalo dia suka Dee lebih dari dia suka dirinya ?”

“Jika dia menginginkanku menjadi perempuannya, dia harus menjadi muslim bersamaku, Jo….”

Kulihat Jo menghela nafas.

“Dee….”

“ Iya ?”

“ Kenapa seperti itu ? Bisa kan berjalan dengan keyakinan masing-masing?”

“ Perempuan lebih mengutamakan perasaannya, Jo. Itu kenapa dalam Islam dilarang adanya pernikahan perempuan muslim dengan laki-laki non muslim. Beda dengan laki – laki yang notabene lebih menggunakan logika, Jo. Islam memperbolehkan pernikahan itu asal si laki – laki sanggup membawa istrinya kepada Islam. Laki – laki adalah pemimpin  keluarga, Jo” jelasku padanya .
Jo manggut – manggut saja.

“ Tapi Dee… Jo sayang sama Dee. Jo jatuh cinta ! “ ungkapnya seketika.

Shock !!

Oooh laki – laki ini...dia mengatakan menyukaiku? 
Laki – laki yang berbeda keyakinan denganku ?

Aku tahu bagaimana Jo. Dia Khatolik yang kental. Dia tak ingin begitu saja masuk ke agamaku. Dia orang beriman di agamanya.

“ Jo tahu kita berbeda Dee !” ucapnya mengejutkanku.

“…” aku tercengang . ”Aku belum bisa membuka hatiku, jo!!” jawabku sekenanya. Akhirnya …

“ Aku gak bisa menyimpan perasaan terlalu lama, Dee! Mungkin Dee gak terima pernyataan ini. Tapi Jo tulus. Jo tahu, Dee gak akan pernah bisa terima, karena kita berbeda. Tapi Jo sayang Dee, “

Aku harus bagaimana ??

Aku bingung !!!

Bukan. Bukan karena aku tak tau perasaanmu, Jo. Justru karena aku pernah mengalaminya.

“ Dee ?” panggil Jo, menyadarkanku.

“ Kenapa bisa Jo?”

“ Ndak tau Dee !! sayang gak butuh penjelasan kan Dee ?” 

So sweet...

“ Aku gak cantik Jo ! “
 
“ Dee…Bukan fisik yang kulihat tapi karena Dee berbeda. Dee tetap setia dengan busana muslim Dee, saat teman – teman yang lain lebih tertarik kepada legging dibanding rok. Pokoknya Dee berbeda dan Dee mau berteman dengan Jo. Bukan karena siapa dan bagaimana Jo. Dee tulus!! Dan buatku, Dee cantik” ungkap Jo dengan senyum yang merekah di bibirnya.

“ Jo, kita jalani saja pertemanan ini !” jawabku.

Kulihat raut wajah Jo berubah saat itu.
 
Maaf Jo …

Gamang!!!

Aku tau, kamu menangis Jo. Dihatimu!

Aku tahu perasaanmu Jo, perasaan yang sama yang juga pernah kurasakan saat aku jatuh cinta pada seseorang.

Perasaan tersiksa karena menyimpannya, juga rasa sakit saat tahu bahwa orang yang dicinta tak pernah membicarakan perasanya.

Aku kini baru menyadarinya, Jo. Bagaimana rasanya menjadi dirinya menjadi orang yang dicintai yang tak ingin memberi harapan palsu. Dan perasaan itu, itu dulu Jo. Sebelum aku memulai menutup diri. Juga sebelum aku ingin menjaga diri agar bisa menjadi orang yang pantas untuk seseorang disana Jo.

Entahlah…perasaan apa semua ini???.

Maafkan aku jo!

“Maaf Jo, aku gak bisa bersama Jo !” ungkapku lagi.

Perang batin !!

#   #   #


Aku tersenyum di teras depan rumahku seorang diri. Mengingat Johan Rexa setelah perbincangan kami di perpustakaan Fakultasku beberapa hari lalu. Yang bertemu kembali siang tadi. Dia masih Jo yang dikenalku.

Di tanganku terselip surat berwarna pink soft. Surat yang diberikan Ardi tetanggaku padaku. Teman dekat Jo, ternyata. Dan surat itu dari Jo.

Deana Larasati
 
Hidup itu bukan tetang suka atau tidak. Tetapi hidup itu mencari perdamaian dan persahabatan. Dan aku senang saat Dee berani dan tegas menjawab pertanyaanku.

Aku merasa nyaman denganmu!

Terima kasih Dee, telah mengijinkanku untuk mencintaimu.

Tapi… kita tetap bersahabat bukan ??

Ku tunggu dirimu membalas suratku.
Salam sayang

Johan Rexa


Iya, Jo masih sahabatku ! 

Malam ini keberangkatan Jo ke USA. Mengejar studi S2nya. 

Terima kasih, Jo. Terima kasih untuk cintamu dan untuk semuanya...

Maaf  tak bisa mengantar keberangkatanmu dan sukses for you :D


THE END