ANALISIS RELIGIUSITAS dalam NOVEL “FACEBOOK ON LOVE 2”
KARYA : IFA AVIANTY
- Synopsis novel :
Sedikit saya bahas
mengenai Dwilogi novel Facebook in Love ini dalam novel Facebook on Love 1
karya Ifa Avianty, menceritakan tentang seorang eksekutif muda yang sedang
merintis karirnya sebagai CEO sebuah penerbitan yang baru dibangunnya. Fadli
Kusharyawan, lelaki tampan yang sebenarnya adalah penerus tunggal kerajaan
bisnis Kusharyawan Megah Group ini, terkenal disiplin, angkuh, berwatak keras,
egois, dan workaholic. Karena
ketampanannya inilah, Fadli banyak disukai bahkan oleh para karyawan
perempuannya sendiri, mengesampingkan sifat buruknya.
Perseteruannya dengan
seorang perempuan cantik bernama Dayana Adriana Sumaharyana yang akrab
dipanggil Dea di akun jejaring Facebooknya terus berlanjut hingga ke kantor.
Karena tanpa sengaja, Dea diterima sebagai karyawan penerbitan milik Fadli.
Dea yang lulusan
universitas Amerika dan Australia ini, dimaksudkan sekembalinya dari luar
negeri diharapkan mampu memegang perusahaan milik sang ayah. Namun ternyata,
perusahaan yang dirintis ayah Dea bangkrut. Hingga Dea yang memang terbiasa
hidup sederhana, mencari pekerjaan lain dan akhirnya diterima di perusahaan
penerbitan milik Fadli.
Pertemuan antara Dea
dan Fadli menimbulkan kehebohan dalam kantor. Diakibatkan karena seringnya
Fadli dan Dea bertengkar, bahkan hal sepelepun menjadi pertengkaran hebat.
Entah apa penyebab utamanya. Yang jelas, sifat egois Dea dan juga sikap tak mau
mengalah Fadli menyebabkan mereka kian beradu mulut. Di kantornya, Dea dikenal
sebagai satu-satunya perempuan yang berani membantah sang Boss saat
perlakuannya salah dan sewenang-wenang.
Hingga tanpa sengaja,
Fadli dan Dea menemukan sebuah box kecil yang ternyata didalamnya terdapat
sepasang bayi kembar saat mereka akan pulang kantor. Kecintaan mereka terhadap
anak kecil, membuat mereka berinisiatif untuk saling merawat kedua bayi yang
berbeda jenis kelamin tersebut.
Repotnya Fadli dan Dea
merawat kedua bayi itu dengan jarak tempat tinggal mereka yang berbeda, membuat
Fadli pada akhirnya meminang Dea untuk menjadi istri Fadli sekaligus ibu dari
kedua anak yang mereka temukan. Hingga sanggup membuat iri seluruh perempuan
penerbitan yang pada dasarnya mereka menyukai Pak Boss.
Perlahan Fadli dan Dea saling
mengasihi seiring pernikahan mereka. Namun, ditengah perjalanan rumah tangga
mereka, Dea perang batin. Dikarenakan hidupnya yang sederhana, harus menikah
dengan Eksekutif muda sekaliber Fadli yang glamour menuntut Dea untuk tampil ‘anggun’
dalam setiap pesta, pertemuan, bahkan media sebagai istri seorang sosialita
muda.
Menjadi pendamping
laki-laki seperti Fadli tak mudah bagi Dea. Banyaknya gosip yang menimpa Fadli
yang terkenal sebagai Bad Guy dengan
sifat macho, cool, namun keren itu
membuat fakta baru dalam hidup Dea tentang siapa Fadli di masa lalu. Bahkan
media pun menjadi momok tersendiri bagi Dea.
Kedatangan kembali
sosok mantan kekasih Fadli yang seorang artis, sanggup membuat Dea shock berat. Rumah tangganya
dipertaruhkan disini. Dan Dea lebih terkejut lagi, saat mengetahui bahwa Fadli
telah memiliki anak dari hubungannya yang tak direstui dengan si artis yang
usia jauh lebih tua dari Fadli. Tak cukup sampai disitu saja, rumah tangga Dea
terusik kembali dengan banyaknya pemberitaan mengenai artis tersebut dengan
kekasihnya, Fadli.
Dea, perempuan tabah
yang sanggup kembali mempercayai suaminya ini, dengan ikhlas merawat anak dari
hubungan Fadli dengan sang artis tersebut dikarenakan mantan cinta pertama
Fadli itu meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya ini. Justru Dea tak benar-benar
benci padanya, maka ia ikhlas membesarkan anak Fadli bersama perempuan dari
masa lalunya. Dan kembali merajut cintanya bersama Fadli dan ketiga anak
mereka.
Diteruskan dengan kisah
dari novel Facebook on Love 2 yang akan saya analisis, dimana pada novel kedua
ini menceritakan tentang dipertaruhkannya kembali rumah tangga Dea dengan
Fadli. Tak peduli apa kata dunia, Fadli, the
crown prince of Kusharyawan Megah Group tetap nekat menikah dengan the commoner Dayana alias Dea. Padahal
cinta mereka tadinya justru berawal dari permusuhan di halaman facebook.
Menikah dengan Fadli,
laki-laki yang Dea cintai, ternyata tak seindah yang Dea angankan tentang
sebuah pernikahan saat masih gadis remaja dulu. Mereka menemukan bayi kembar,
lalu Fadli yang ternyata memiliki seorang bayi dari hasil hubungannya dengan
almarhumah kekasihnya. Dan, sekarang Dea sendiri mengandung buah cintanya
dengan Fadli.
Fadli yang memang workaholic semakin sibuk. Bukan sibuk
hanya di perusahaan penerbitan miliknya, namun Fadli juga sibuk mengurus
perusahaan-perusahaan lain yang diturunkan sang ayah, selaku penerus tunggal
kerajaan bisnis Kusharyawan Megah Group.
Berbagai peristiwa pun
menguji pernikahan muda mereka, mulai kedatangan perempuan yang dulunya pernah
dijodohkan dengan Fadli. Hingga permasalahan tiga anak mereka yang bukan darah
daging Dea. Juga kembali tersiar kabar tentang isu “status gelap” Fadli di masa
lalu. Semuanya membuat Dea nyaris lelah bertahan.
Di saat-saat tertekan
itulah, muncullah seorang Candra Wibawa, cinta pertama Dea saat masih SMA. Ia
seorang lelaki kharismatik yang paling tulus dan pengertian yang pernah dikenal
Dea. Mengetahui si jenius Candra masih sendiri, Dea pun berusaha menjodohkannya dengan Tita, salah
satu sahabatnya di Geng Tikus Pengerat yang juga seorang hantu Facebook.
Akan tetapi, badai tak
kunjung mereda dalam rumah tangga Fadli dan Dea. Ketabahan mereka diuji kembali
dengan meninggalnya bayi yang dilahirkan Dea, buah cintanya bersama Fadli. Dan
Dea divonis lemah rahim. Juga rahasia yang selama ini disimpan Fadli. Fadli
menginap kanker prostat stadium akhir.
Dea merasa, ini adalah
puncak dari ujian Tuhan untuknya. Meski Dea masih menyisakan optimisme bahwa
dirinya dan Fadli bisa melewati semuanya dengan baik, dan Fadli akan dinyatakan
sembuh total. Di sisi lain, Fadli dan orangtuanya secara ekspres menyiapkan Dea
sebagai pemegang tongkat estafet kerajaan bisnis Kusharyawan Megah Group,
sebagai persiapan. Hingga pada akhirnya, Fadli meninggalkan Dea untuk selamanya
Lima tahun sepeninggal
Fadli, setelah keadaan hatinya telah siap, Dea menerima amanah terakhir dari
Fadli. Yakni menikah dengan Candra yang ternyata adalah adik sepupu Fadli. Dan
dari Candra pula, sebenarnya Fadli telah jatuh cinta sebelum mereka mengawali
permusuhan di Facebook. Dan akhirnya, Dea pun menikah dengan Candra, lelaki
dari masa lalunya.
-Analisis
Nilai
religiusitas adalah nilai yang mendasari dan menuntun tindakan hidup ketuhanan
manusia, dalam mempertahankan dan mengembangkan ketuhanan manusia dengan cara
dan tujuan yang benar. Istilah religiusitas, pengertiannya berbeda dengan agama
(religi). Religiusitas lebih menunjuk pada aspek yang ada dalam lubuk hati
manusia, riak getaran hati pribadi manusia, sikap personal yang bersifat
misteri bagi orang lain, karena menafaskan intimitas jiwa. Religiusitas
memperlihatkan nafas intensitas jiwa, yaitu cita rasa yang merupakan kesatuan
rasio dan rasa manusiawi ke dalam pribadi manusia.
Dalam Nilai
religiusitas ini, terkandung unsur Aqidah, Syariah, dan Akhlak yang dikemas
dalam :
1.
Aqidah
a. Tauhid (mengenal Allah dan Rasul)
Ketauhidan tokoh dalam novel ini, yakni percaya dan
mengimani apa yang dimiliki Allah. Terbukti dalam uraian Status Facebook Fadli yang
kemudian di komentari oleh Dea :
Fadli
Kusharyawan : Banyak hal yang tak bisa terjelaskan oleh kata-kata.
Dayana Kusharyawan
: Tuhan menciptakan Kalam dalam sejuta entuknya. Maka carilah yang paling dekat
denganmu untuk bisa mengatakannya. (2010:7)
b. Iman
terhadap takdir (ikhlas hati, percaya pada Allah)
Terlukis
bahwa tokoh senantiasa percaya akan Kuasa yang Allah berikan, karena Allah tak
pernah tidur, senantiasa memantau bahkan untuk setiap pertolongan, seperti
semangat yang diberikan Candra pada Dea :
Tuhan
adalah Raja bagi setiap hamba-Nya. Dia bisa saja menjentikkan jari-Nya yang
embutuhkan. Maka jangan pernah putus asa meminta. (2010:159)
2.
Akhlak
a. Pada
Allah (menjalankan perintah Allah, rendah diri pada Allah)
Tokoh sanggup menjalankan perintah Allah, sholat,
baca Qur’an, dan perintah sunnah lainnya, yang diceritakan :
Dea memanjangkan
sholatnya maghribnya dengan melanjutkan shalat rawatib ba’dliyah (shalat sunah
dua rakaat setelah shalat maghrib), serta menyempatkan membaca Al–Qur’an jauh
lebih banyak dari biasanya. Dia juga memanjangkan wirid, zikir, dan doanya. (2010:240)
Tokoh juga mengajarkan rendah diri adapan Allah :
Sementara untuk
melata di kaki-kaki-Mu pun aku rela. (2010:172)
b. Pada
orangtua (insan sholeh dan sholehah)
Akhlak pada orangtua ini tercermin dalam :
“Anak-anak saleh
dan shalehah, cuci tangan dan kaki dulu sebelum tidur. Terus baca doa, ya? Ingat,
kan? Bismika Allahumma ahya wa bismika....”
“...amuuutt!”
“Good,sekarang
tiidur semua. Ayo cium tangan Panda dan Bunda.” (2010:118)
c. Dalam
menerima ketentuan Allah
Kesabaran tokoh,
terlihat saat Candra menasehati Dea untuk menerima ketentuan dari Allah,
seperti :
“Menurut
saya sih, Yan, memang manusia ya begitu. Setelah sekian lama hidup sederhana
dengan kadar yang menurut kita pas, terus Tuhan kasih kita kesempatan untuk
hidup di strata sosial ekonomi yang meningkat, baru deh kita kayak sadar. Iya
sih pasti bersyukur, happy, dan lain-lain. Tapi pasti ada semacam kesadaran,
atau apa ya, kerinduan, mungkin. Kerinduan buat kembali mendapat apa yang dulu
pernah kita miliki dan sering lupa kita syukuri (karena saking lekatnya dengan
keseharian). Yang dulu begitu murah buat kita dan kini mahal buat kita dapatkan
kembali. Kesederhanaan.”(2010:45)
Ketabahan dan
keikhlasan tokoh saat menerima Kuasa Allah juga terlukis dalam :
Dan
tak ada lagi denyut kehidupan di sana. Dea lungkrah. Belahan jiwanya telah pergi. Hanya membawa cintanya, namun juga hatinya.
Ketika
akan pingsan, Dea mendengar sebuah suara yang amat dikenalnya, dan takkan
mungkin didengarnya lagi. Tepat di telinganya. “Aku pergi, sayang. Insya Allah,
kita akan dipertemukan di tempat yang sangat indah, paling indah...kelak.
ikhlas ya, Sayang, Sweety?”
Ikhlas.
Kembali
kata itu menguarkan sekian makna dalam dirinya.
Ikhlas
hingga takdir menuntunnya menjalani lembar demi lembar episode kehidupannya,
sampai kepada akhirnya kelak. Entah.
Ikhlas
melepaskan semua yang terbaik yang Allah pinjamkan sebagai amanah untuknya. (2010:256)
d. Perasaan
malu
Disini diceritakan bahwa perasaan malu yang
ditimbulkan karena malu terhadap orang lain :
WHAT???
Dea yang sedang
menyelesaikan tugasnya, langsung menegakkan tea. Nggak salah tuh?
Fadli kirim
lagu? Kayak ABG?
Atau kayak
oma-opa, secara lagunya adalah lagu tahun 60an?
But, he is the
one who knows that she loves the song.
Itu salah satu
lagu yang ada di koleksi iPod Dea.
Coba deh, mana
kirim lagunya di LoveSongs FM pula.
Huaaa, nggak
malu apa dia, seluruh jajaran Kusharyawan Megah Group dengerin semua, atau at
least, sebagian besarnya?
Soalnya
LoveSongs FM ini adalah salah satu perusahaan yang bernaungdi bawah bendera
Kusharyawan Megah Group. Kantornya di ai 7 North Tower gedung ini juga kok. Dea
malah kenal sama GM dan para penyiarnya. Wadoooh.
Astaga. Astaga.
Sejenak Dea
merasakan pipinya menghangat. Romantis sekali sih suaminya. (2010:223)