Rabu, 15 April 2015

PENGEMBANGAN POTENSI DESA MELALUI KKN POSDAYA STKIP PGRI SUMENEP



Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk perkuliahan yang dilaksanakan dengan langsung terjun ke masyarakat. Masyarakat sasaran KKN dapat berupa masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan, sekolah, masyarakat industri atau kelompok lain yang dipandang layak untuk menjadi sasaran KKN.
KKN POSDAYA merupakan salah satu jenis  KKN yang bertujuan membentuk, membina dan mengembangkan Posdaya sebagai terobosan baru dalam pemberdayaan masyarakat, melalui pemanfaatan potensi SDM dan SDA lokal dalam bidang kewirausahaan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Melihat potensi Desa yang telah kami jabarkan pada BAB sebelumnya, dalam KKN Posdaya kami berusaha mengembangkan potensi yang dimiliki Desa dengan program kami selama 1 bulan KKN di Desa Poja yang kami kemas dengan judul “Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Compo’ SRIKANDI (Sehat, Prestasi, Kreatif, Mandiri dan Asri) Berbasis Kearifan Lokal”.
Alasan kami, karena kami ingin menggali jiwa-jiwa yang sehat, berprestasi, kreatif, mandiri dan asri dengan melihat potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya lainnya dari desa Poja yang luar biasa sehingga menciptakan Sumber Daya Manusia yang dapat berinovasi sesuai perkembangan jaman dengan tidak meninggalkan adat yang masih kental melekat pada masyarakat desa Poja. Program kami yang telah berhasil kami jalankan yakni :
a.     Pelatihan Kaligrafi
Desa Poja yang masih kental nilai religiusnya, terbukti dengan adanya madrasah di desa tersebut, membuat kelompok kami berinisiatif untuk mengadakan pelatihan Kaligrafi. Sasaran pelatihan Kaligrafi ini adalah anak-anak usia TK hingga SD. Tujuan Pelatihan Kaligrafi adalah agar meningkatkan kemampuan seni kaligrafi anak usia dini untuk bekal pengetahuan kaligrafi yang


berpengalaman dan unggul. Kendala dalam program ini adalah, tidak adanya kelanjutan dari pelaksanaan program ini sejak berakhirnya masa KKN kelompok kami mengingat kurang minatnya remaja yang ingin mengajar anak seni kaligrafi.
Program ini berjalan sejak minggu kedua KKN Desa Poja dengan waktu pelaksanaan 3 kali seminggu yang dilakukan malam hari.

a.     Komunitas MANIS
Komunitas MANIS adalah Komunitas membaca dan menulis. Dilatar-belakangi keprihatinan terhadap minimnya minat baca dan menulis, maka dibentuklah Komunitas MANIS dengan sasaran remaja dan siswa. Tujuan komunitas ini jelas, yaitu untuk meningkatkan kecintaan membaca dan menulis pada generasi muda, khususnya siswa berbagai tingkatan pendidikan, mahasiswa, maupun pada masyarakat umum.
Namun, komunitas yang dilaksanakan pada minggu kedua KKN dengan waktu 2 kali seminggu ini tidak ada kelanjutannya. Sebab, kurangnya tenaga dewasa yang bersedia mengajar atau bersedia melanjutkan Komunitas ini
 



c.     Pelatihan Dasar Silat
Pencak silat merupakan warisan leluhur yang harus dijaga seluruh masyarakat Indonesia. Pencak silat bukanlah sejarah, tetapi bagian dari masa kini dan masa depan. Maka itu pencak silat harus diajarkan untuk pembentukan karakter. Oleh karena itu, kami menggelar pelatihan dasar pencak silat yang sasarannya adalah anak-anak dan pemuda masyarakat desa Poja. Sebab pencak silat membentuk karakter manusia yang jujur dan disiplin.
Pelatihan yang dimulai sejak minggu pertama dengan waktu 1 kali seminggu ini pun berakhir seiring dengan berakhirnya KKN Desa Poja.
 

d.     Bimbel
Melihat bahwa tidak adanya pusat bimbingan belajar atau tempat les di desa Poja, kami berniat akan melaksanakan program Bimbel terhadap anak-anak usia dini di Desa Poja. Program ini berlangsung sejak minggu kedua dengan waktu 4 kali seminggu yang diadakan pada malam hari. Juga berakhir seiring dengan berakhirnya KKN Desa Poja.
 

e.     Sosialisasi Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Sosialisasi Kesehatan merupakan kegiatan penambahan pengetahuan yang diperutukkan bagi masyarakat desa Poja melalui penyebaran pesan. Tujuan kegiatan sosialisasi kesehatan yaitu untuk mencapai tujuan hidup sehat dengan cara mempengaruhi prilaku masyarakat, baik itu secara individu atau pun kelompok dengan menyampaian pesan.
Sosialisasi Kesehatan pada program ini adalah dengan menanamkan cara hidup sehat, juga pemberian abathe gratis melalui door to door. Kegiatan ini dilakukan pada minggu pertama dan minggu ketiga selama KKN.



 

c.     Penanaman TOGA
TOGA singkatan dari Tanaman Obat Keluarga adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Tanaman Toga merupakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan.
Melihat dari potensi Desa Poja yang masyarakatnya belum mengerti dan tidak membudidayakan tanaman TOGA, maka kelompok KKN 017 melaksanakan program ini dibantu oleh aparat Desa. Pelaksanaannya pada minggu ketiga.

d.     Sosialisasi Pentingnya Golden Age
 Golden age adalah masa emas anak yang merupakan masa penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkem-bangannya. Pada masa golden age, pembentukan system saraf secara mendasar sudah terjadi. Pada masa ini, terjadi hubungan antara sel-sel saraf. Kuantitas dan kualitas sambungan ini menentukan kecerdasan balita.
Oleh karena itu, kami melaksanakan program Sosialisasi Pentingnya Golden Age di desa Poja dengan sasaran para orang tua yang memiliki balita usia 1-3 tahun supaya dapat menentukan kecerdasan yang dimiliki anaknya. Dilaksanakan bertepatan dengan acara posyandu yang digelar di Desa Poja pada minggu ketiga.

h.   Mengajar Mengaji
Mengaji merujuk pada aktivitas membaca Al Qur'an oleh penganut agama Islam. Aktivitas ini dalam agama Islam termasuk ibadah dan orang yang melakukannya akan mendapatkan ganjaran dari Allah. Dalam program ini, kami tidak hanya bersama-sama mengaji, namun juga membantu mengajar mengaji anak-anak di surau terdekat. Pelaksanaannya pada setiap hari selama sebulan penuh setelah sholat maghrib berjamaah.
 

i.    Kompolan
Di desa Poja terdapat beberapa pengajian yang sering dilaksanakan. Diantaranya; kompolan diba’, tahlil, PKK dan kompolan takmir masjid.
Kompolan ini ada yang pelaksaannya sebulan sekali, ada pula yang seminggu sekali.
 

j.    Inventarisasi
Adapun tujuan dari program ini adalah membuat suatu buku yang berisi mengenai desa Poja dan masyarakatnya yang terangkum dalam Buku Desa ini yang dapat manjadi pedoman dan literatur sumber informasi desa Poja, dan buku tersebut diserahkan pada kepala desa Poja.
Sasaran dari program ini adalah masyarakat desa Poja dan pemuka-pemuka adat yang ada. Survey untuk program ini dimulai sejak minggu pertama kelompok ini menginjakkan kaki di Desa Poja.
 
k.    Baksos
Bakti Sosial atau disingkat Baksos merupakan salah satu kegiatan wujud dari rasa kemanusiaan antara sesama manusia. Bakti Sosial merupakan suatu kegiatan  dimana dengan adanya kegiatan ini kami dapat merapatkan kekerabatan. Bakti sosial antar warga yang dilakukan oleh kami adalah untuk mewujudkan rasa cinta kasih, rasa saling menolong, rasa saling peduli kami kepada masyarakat luas yang sedang membutuhkan bantuan.
Pelaksanaan program ini pun tidak menentu kapan tepatnya. Sejak minggu pertama KKN, kami sudah melaksanakan program ini.
 

l.    Pembuatan Papan Arah
Pembuatan Papan Arah gunanya untuk member tahu arah tempat atau jalan di desa Poja. Pelaksanaan program ini pada awal minggu kedua dan minggu keempat.
 

m. Pemanfaatan Limbah Daur Ulang
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace).
Dengan adanya beberapa limbah yang banyak ditemukan di desa Poja seperti; limbah kulit jagung, ampas tahu, kulit jagung, dan lainnya, kami memanfaatkannya dengan mendaur ulang limbah tersebut menjadi sesuatu yang layak jual. Pelaksanaan program ini dimulai dari minggu ketiga dan minggu keempat.


n.   Community Mapping
Membuat konsep perencanaan tata ruang dengan mempertimbangkan aspek-aspek ekonomi, sosial, politis, keamanan, budaya, konservasi dan futuristik, agar didapatkan peta wilayah yang lengkap dan sesuai dengan pemanfaatannya oleh masyarakat desa Poja. Selain itu juga dapat memberikan informasi kepada wisatawan yang datang ke desa Poja dan para penanam modal yang ingin mengetahui potensi yang dimiliki oleh desa Poja.
Dari program ini tidak kami aplikasikan dengan sebuah peta yang lengkap dengan sumber daya alam yang dimiliki oleh desa Poja berserta tempat-tempat penting yang ada di daerah tersebut, namun kami mengemasnya dalam survey Posdaya yang kami lakukan terhadap masyarakat dengan bentuk buku Desa. Program ini kami laksanakan dimulai dari minggu pertama sejak kedatangan kami ke Desa Poja.
 

 

n.   Kerajinan Tangan
Kerajinan adalah sebutan bagi suatu benda hasil karya seni manusia. Kata 'kerajinan' berasal dari kata 'rajin' yang artinya barang/benda yang dihasilkan oleh keterampilan tangan. Nilai-nilai yang dibutuhkan untuk membuat suatu kerajinan adalah memiliki kecakapan, keahlian, penguasaan dalam proses pembuatan produk, dan kreatifitas/imajinasi. Untuk itulah kami mengembangkan dan memberdayakan masyarakat desa Poja untuk dapat membuat kerajinan tangan yang kreatif sehingga bernilai jual.
 

o.   Kuliner
Untuk menjadikan masyarakat desa Poja mandiri, kami mengembangkan potensi yang dimiliki oleh desa Poja dari hasil bertani dan sumber daya alamnya dengan memberdayakan Sumber Daya Manusia kreatif masyarakat desa Poja melalui pengelolaan makanan menjadi kuliner yang berbeda dan tidak biasa. Contohnya seperti; daun kayu putih, ampas tahu, daun beluntas dan lain sebagainya.