Kuliah Kerja Nyata (KKN)
merupakan bentuk perkuliahan yang dilaksanakan dengan langsung terjun ke
masyarakat. Masyarakat sasaran KKN dapat berupa masyarakat pedesaan, masyarakat
perkotaan, sekolah, masyarakat industri atau kelompok lain yang dipandang layak
untuk menjadi sasaran KKN.
KKN POSDAYA merupakan salah satu jenis
KKN yang bertujuan membentuk, membina dan mengembangkan Posdaya sebagai
terobosan baru dalam pemberdayaan masyarakat, melalui pemanfaatan potensi SDM
dan SDA lokal dalam bidang kewirausahaan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Melihat potensi Desa yang telah kami jabarkan pada BAB sebelumnya, dalam
KKN Posdaya kami berusaha mengembangkan potensi yang dimiliki Desa dengan
program kami selama 1 bulan KKN di Desa Poja yang kami kemas dengan
judul “Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Compo’ SRIKANDI (Sehat, Prestasi,
Kreatif, Mandiri dan Asri) Berbasis Kearifan Lokal”.
Alasan kami, karena kami
ingin menggali jiwa-jiwa yang sehat, berprestasi, kreatif, mandiri dan asri
dengan melihat potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya lainnya dari desa Poja yang luar biasa
sehingga menciptakan Sumber Daya Manusia yang dapat berinovasi sesuai perkembangan
jaman dengan tidak meninggalkan adat yang masih kental melekat pada masyarakat
desa Poja. Program kami yang telah
berhasil kami jalankan yakni :
a.
Pelatihan Kaligrafi
Desa Poja yang
masih kental nilai religiusnya, terbukti dengan adanya madrasah di desa
tersebut, membuat kelompok kami berinisiatif untuk mengadakan pelatihan
Kaligrafi. Sasaran pelatihan Kaligrafi ini adalah anak-anak usia TK hingga SD.
Tujuan Pelatihan Kaligrafi adalah agar meningkatkan kemampuan seni kaligrafi
anak usia dini untuk bekal pengetahuan
kaligrafi yang
berpengalaman dan unggul. Kendala dalam program ini adalah, tidak adanya
kelanjutan dari pelaksanaan program ini sejak berakhirnya masa KKN kelompok
kami mengingat kurang minatnya remaja yang ingin mengajar anak seni kaligrafi.
Program ini berjalan sejak
minggu kedua KKN Desa Poja dengan waktu pelaksanaan 3 kali seminggu yang
dilakukan malam hari.
a.
Komunitas
MANIS
Komunitas MANIS
adalah Komunitas membaca dan menulis. Dilatar-belakangi keprihatinan terhadap
minimnya minat baca dan menulis, maka dibentuklah Komunitas MANIS dengan
sasaran remaja dan siswa. Tujuan komunitas ini jelas, yaitu untuk
meningkatkan kecintaan membaca dan menulis pada generasi muda, khususnya siswa
berbagai tingkatan pendidikan, mahasiswa, maupun pada masyarakat umum.
Namun, komunitas yang dilaksanakan pada minggu kedua
KKN dengan waktu 2 kali seminggu ini tidak ada kelanjutannya. Sebab, kurangnya
tenaga dewasa yang bersedia mengajar atau bersedia melanjutkan Komunitas ini
c.
Pelatihan Dasar Silat
Pencak silat merupakan warisan leluhur yang harus dijaga
seluruh masyarakat Indonesia. Pencak silat bukanlah sejarah, tetapi bagian dari
masa kini dan masa depan. Maka itu pencak silat harus diajarkan untuk
pembentukan karakter. Oleh karena itu, kami menggelar pelatihan dasar pencak
silat yang sasarannya adalah anak-anak dan pemuda masyarakat desa Poja. Sebab
pencak silat membentuk karakter manusia yang jujur dan disiplin.
Pelatihan yang dimulai sejak minggu
pertama dengan waktu 1 kali seminggu ini pun berakhir seiring dengan
berakhirnya KKN Desa Poja.
d.
Bimbel
Melihat bahwa tidak adanya pusat bimbingan belajar atau tempat les di desa
Poja, kami berniat akan melaksanakan program Bimbel terhadap anak-anak usia dini di Desa Poja. Program ini berlangsung sejak minggu kedua dengan waktu 4 kali seminggu
yang diadakan pada malam hari. Juga berakhir seiring dengan berakhirnya KKN Desa Poja.
e.
Sosialisasi Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Sosialisasi Kesehatan merupakan kegiatan penambahan pengetahuan yang diperutukkan bagi masyarakat desa Poja melalui penyebaran pesan. Tujuan kegiatan sosialisasi kesehatan yaitu untuk mencapai
tujuan hidup sehat dengan cara mempengaruhi prilaku masyarakat, baik itu secara individu atau pun kelompok dengan menyampaian pesan.
Sosialisasi Kesehatan pada program
ini adalah dengan menanamkan cara hidup sehat, juga pemberian abathe gratis
melalui door to door. Kegiatan ini
dilakukan pada minggu pertama dan minggu ketiga selama KKN.
c.
Penanaman TOGA
TOGA singkatan dari Tanaman Obat
Keluarga adalah tanaman hasil
budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat.
Tanaman Toga merupakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka
memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan.
Melihat dari potensi Desa Poja yang
masyarakatnya belum mengerti dan tidak membudidayakan tanaman TOGA, maka
kelompok KKN 017 melaksanakan program ini dibantu oleh aparat Desa.
Pelaksanaannya pada minggu ketiga.
d.
Sosialisasi Pentingnya Golden Age
Golden age adalah masa emas anak yang merupakan masa penting untuk
mengoptimalkan pertumbuhan dan perkem-bangannya. Pada masa golden age, pembentukan system
saraf secara mendasar sudah terjadi. Pada masa ini, terjadi hubungan antara
sel-sel saraf. Kuantitas dan kualitas sambungan ini menentukan kecerdasan
balita.
Oleh karena itu, kami melaksanakan program Sosialisasi Pentingnya Golden Age
di desa Poja dengan sasaran para orang tua yang memiliki balita usia 1-3 tahun
supaya dapat menentukan kecerdasan yang dimiliki anaknya. Dilaksanakan bertepatan
dengan acara posyandu yang digelar di Desa Poja pada minggu ketiga.
h. Mengajar
Mengaji
Mengaji
merujuk pada aktivitas membaca Al Qur'an oleh penganut agama Islam. Aktivitas ini dalam agama Islam termasuk ibadah dan orang yang melakukannya akan
mendapatkan ganjaran dari Allah. Dalam program ini, kami tidak hanya
bersama-sama mengaji, namun juga membantu mengajar mengaji anak-anak di surau
terdekat. Pelaksanaannya pada setiap hari selama sebulan penuh setelah sholat
maghrib berjamaah.
i. Kompolan
Di desa Poja terdapat beberapa pengajian yang sering
dilaksanakan. Diantaranya;
kompolan diba’, tahlil, PKK dan
kompolan takmir masjid.
Kompolan ini
ada yang pelaksaannya
sebulan sekali, ada pula yang seminggu sekali.
j. Inventarisasi
Adapun tujuan
dari program ini adalah membuat suatu buku yang berisi mengenai desa Poja dan
masyarakatnya yang terangkum dalam Buku Desa ini yang dapat manjadi pedoman dan
literatur sumber informasi desa Poja, dan buku tersebut diserahkan pada kepala
desa Poja.
Sasaran dari
program ini adalah masyarakat desa Poja dan pemuka-pemuka adat yang ada. Survey
untuk program ini dimulai sejak minggu pertama kelompok ini menginjakkan kaki
di Desa Poja.
k. Baksos
Bakti Sosial atau disingkat Baksos
merupakan salah satu kegiatan wujud dari rasa kemanusiaan antara sesama
manusia. Bakti Sosial merupakan suatu kegiatan dimana dengan adanya
kegiatan ini kami dapat merapatkan kekerabatan.
Bakti sosial antar warga yang dilakukan oleh kami adalah untuk
mewujudkan rasa cinta kasih, rasa saling menolong, rasa saling peduli kami
kepada masyarakat luas yang sedang membutuhkan bantuan.
Pelaksanaan program ini pun tidak
menentu kapan tepatnya. Sejak minggu pertama KKN, kami sudah melaksanakan
program ini.
l. Pembuatan Papan Arah
Pembuatan Papan Arah gunanya untuk member tahu
arah tempat atau jalan di desa Poja. Pelaksanaan program ini pada
awal minggu kedua dan minggu keempat.
m. Pemanfaatan Limbah Daur Ulang
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu
bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu
yang berguna. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan
pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan
produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern
dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and
Replace).
Dengan adanya beberapa limbah yang
banyak ditemukan di desa Poja seperti; limbah kulit jagung, ampas tahu, kulit
jagung, dan lainnya, kami memanfaatkannya dengan mendaur ulang limbah tersebut
menjadi sesuatu yang layak jual. Pelaksanaan program ini dimulai dari minggu
ketiga dan minggu keempat.
n. Community Mapping
Membuat konsep perencanaan tata ruang dengan mempertimbangkan aspek-aspek
ekonomi, sosial, politis, keamanan, budaya, konservasi dan futuristik, agar
didapatkan peta wilayah yang lengkap dan sesuai dengan pemanfaatannya oleh
masyarakat desa Poja. Selain itu juga dapat memberikan informasi kepada
wisatawan yang datang ke desa Poja dan para penanam modal yang ingin mengetahui
potensi yang dimiliki oleh desa Poja.
Dari program ini tidak kami
aplikasikan dengan sebuah peta yang lengkap dengan sumber daya alam yang
dimiliki oleh desa Poja berserta tempat-tempat penting yang ada di daerah
tersebut, namun kami mengemasnya dalam
survey Posdaya yang kami lakukan terhadap masyarakat dengan bentuk buku Desa.
Program ini kami laksanakan dimulai dari minggu pertama sejak kedatangan kami
ke Desa Poja.
n. Kerajinan Tangan
Kerajinan adalah sebutan bagi suatu benda hasil karya seni manusia.
Kata 'kerajinan' berasal dari kata 'rajin' yang artinya barang/benda yang
dihasilkan oleh keterampilan tangan. Nilai-nilai
yang dibutuhkan untuk membuat suatu kerajinan adalah memiliki kecakapan, keahlian,
penguasaan dalam proses pembuatan produk, dan kreatifitas/imajinasi. Untuk
itulah kami mengembangkan dan memberdayakan masyarakat desa Poja untuk dapat
membuat kerajinan tangan yang kreatif sehingga bernilai jual.
o. Kuliner
Untuk menjadikan
masyarakat desa Poja mandiri, kami mengembangkan potensi yang dimiliki oleh
desa Poja dari hasil bertani dan sumber daya alamnya dengan memberdayakan
Sumber Daya Manusia kreatif masyarakat desa Poja melalui pengelolaan makanan
menjadi kuliner yang berbeda dan tidak biasa. Contohnya seperti; daun kayu
putih, ampas tahu, daun beluntas dan lain sebagainya.