Minggu, 04 Juli 2021

Hai ....

Hai ....

Sudah sangat lama sekali saya tidak menulis di sini. Ah, saya akan menulis kembali. Apa saja. Hehe.


Terima Kasih.

Selasa, 05 April 2016

CIPTA PUISI NASIONAL: HIJRAH KE JALAN-MU Bersama Nahima Indie Press DL11 April 2016


Yang mau ikutan, hayuuk ... ^_^


Assalamualaikum Nahimania, Nahima Indie Press yang berada di bawah naungan Penerbit Mayor Nahima Pressindo kini mengadakan event perkenalan berupa Cipta Puisi Nasional (CIPNAS). Tema event puisi perdana ini mengusung perubahan alias ‘hijrah’. Nahimania dipersilakan mengeksplore daya imajinasi yang tertuang dalam sebuah puisi secara bebas mengenai tema ‘hijarah’. Syarat dan ketentuannya ada di bawah ini. Simak dan baca baik-baik ketentuannya. Karena kami tak segan-segan mendiskualifikasi naskah yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan. Sesuai dengan semangat awal kami mendirikan lini indie ini sebagai wadah penulis pemula menempah kemampuan menulisnya.

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM
1. Penulis adalah anggota group Nulis Bareng Nahima Press

2. Penulis menge-like Fans Page resmi Nahima Pressindo

3. Penulis diharapkan memfollow instagram @nahimapress (tidak wajib/dianjurkan)
4. Membuat Pengumuman ini di catatan facebooknya masing-masing dengan menandai 20 orang atau memposting pengumuman ini di blog
5. Diutamakan berteman dengan Nahima Press

6. Peserta hanya diperkenankan mengirim 1 (satu) naskah saja.

KETENTUAN NASKAH
1. Tulisan berjenis Puisi belum pernah dipublikasikan dan atau sedang diikutkan lomba sejenis
2. Panjang tulisan maksimal 20 bait
3. Ukuran kertas A4, Margin 2.5 cm semua sisi (top, bottom, left dan right)
4. Font: Time News Roman 12 pt, judul 14 pt. Spasi 1.5
5. Sertakan biodata narasi maksimal 80 kata
6. Nama File dan Judul email: HIJRAH_JUDUL_NAMA PENULIS
7. Kirim ke nahimapress@gmail.com

TIMELINE
11 April 2016: Deadline Pengiriman Naskah pukul 23.59 WIB
12 April 2016: Rekapan Semua Naskah yang Masuk (Update terakhir peserta)
13 April 2016: Posting Naskah di Blog (akan dicari Juara Favorit)
20 April 2016: Pengumuman Pemenang
20-30 April 2015: Editing dan Layout Buku

HADIAH
Juara 1: Paket Buku senilai Rp100.000 + Ebook Kepenulisan senilai Rp200.000 + Kelas Menulis selama 7 hari + E-Sertifikat
Juara 2: Paket Buku senilai Rp75.000 + Ebook Kepenulisan senilai Rp150.000 + Kelas Menulis selama 7 hari + E-Sertifikat
Juara 3: Paket Buku senilai Rp50.000 + Ebook Kepenulisan senilai Rp100.000 + Kelas Menulis selama 7 hari + E-Sertifikat
Juara Favorit: Paket Buku senilai Rp100.000 + E-Sertifikat
Kontributor: E-Sertifikat + Naskah akan diterbitkan dalam buku antalogi puisi

*Juara 1,2 dan 3 serta kontributor terpilih ditentukan oleh tim juri kami yang kompeten. Hasil penjurian tidak bisa diganggu gugat
** Juara Favorit diambil dari naskah puisi yang berhasil menyedot jumlah ‘like’ dan ‘comment’ terbanyak pada postingan di blog dan instagram

KONTAK PERSON
Email: nahimapress@gmail.com
SMS Center: 085607918863
Blog:
http://nahimapress.blogspot.co.id/

Salam,
Nahima Indie Press

Kamis, 18 Februari 2016

=TUHANMU, APA?=

Salah satu syarat yudisum dan wisuda di kampus saya adalah menyertakan fotokopi ijazah terakhir (legalisir basah), dan otomatis ijazah terakhir saya adalah MA.

Karena saat MA saya bersekolah diluar kota terlebih diluar Madura, itu membuat saya sedikit kesulitan untuk legalisir fotokopi ijazah. Dan dalam tempo beberapa hari ini, saya gak mungkin 'kan keluar kota? Sedangkan Yudisium saya tinggal menghitung hari.
Alhasil, berkat saran orangtua disuruhlah saya untuk mengurusnya di Kantor DEPAG.

Kemarin, tanggal 16 Pebruari 2016 lewat pukul 14.00 siang, saya ditemani seorang teman datang ke kantor DEPAG Kota Sumenep. Kepentingan saya untuk melegalisir fotokopi Ijazah MA.

Pertama kali menginjakkan kaki di kantor DEPAG saya langsung menuju bangunan pertama dari pintu gerbang kantor. Disana saya disambut sangat ramah oleh seorang satpam, seorang laki-laki seusia saya dan seorang laki-laki seusia ayah saya. Saya utarakan maksud kedatangan saya pada mereka, dan si Bapak -laki-laki seusia ayah ayah saya- menunjukkan bangunan lain di belakang bangunan yang saya datangi. Disuruhnya saya untuk mengurus kepentingan saya pada karyawan yang bertugas di bangunan belakang itu.

Seraya mengucapkan terima kasih, saya dan teman bergegas mendatangi bangunan yang berdiri di belakang bangunan pertama. Bangunan kedua ini, ukurannya 5x lebih kecil dari bangunan pertama. Di atas pintunya bertuliskan "PENDMA" dengan kepanjangan Pendidikan Madrasah.

Saat saya dan teman memasuki PENDMA, di dalamnya terdapat ruang tamu dengan beberapa ruangan di samping kanan, kiri dan belakang. Saya masuk ke ruangan sebelah kiri, sedang teman saya menunggu di ruang tamu. Dalam ruangan itu terdapat beberapa pegawai berseragam putih-hitam dan beberapa meja pegawai yang terlihat kosong. Hanya beberapa yang nampak di mata saya.

Dari pegawai yang mejanya menghadap pintu masuk, seorang laki-laki seusia ayah saya sedang sibuk dengan smartphone berwarna pink-nya. Di samping pintu sebelah kanan adalah meja seorang perempuan muda, saya taksir usianya tak jauh berbeda dari saya. Masih sama dengan si Bapak, mbak ini juga sibuk bbm dengan smartphone supergedenya seraya sesekali menatap layar komputer di hadapannya. Lalu di sebelah meja perempuan muda itu, tepatnya pada meja pojok barat, ditempati seorang perempuan yang usianya lebih muda dari ibu saya, sedang sibuk di depan layar komputer seraya menerima tamu. Ada raut tak suka si ibu pada tamunya. Jelas sekali terlihat si Ibu bersikap angkuh pada tamu laki-lakinya yang sedang kebingungan. Lalu pada pojok timur ada meja seorang laki-laki muda yang sibuk sendiri dengan tamunya.

Jujur, saya sempat tercengang karena semua yang saya lihat sedang sibuk. Bahkan Bapak “Pinki Boy” (mengingat smartphone-nya yang berwarna pink), sempat melihat kedatangan saya, namun saya sama sekali tak digubris. Mungkin, ada yang lebih penting di layar smartphone-nya daripada menerima kehadiran saya sebagai tamu. Juga mbak di samping tempat saya berdiri.

Akhirnya, setelah cukup lama saya berdiri kebingungan, si mbak bertanya tujuan kedatangan saya. Saya katakan untuk minta legalisir fotokopi ijazah MA, karena MA saya diluar kota.

“Hmmm ... gimana, yah mbak? Ke siapa yah, mbk?” ujar mbak itu seraya celingukan pada karyawan lain yang masih sibuk setelah saya utarakan kepentingan saya. Karena pegawai yang lain sedang sibuk dan tak merespon, si mbak terus saja berkutat di depan komputer dengan smartphone di tangannya

Memang, makhluk bernama perempuan itu multitasking!

Dan, lagi-lagi saya didiamkan!

Tak lama, si mbak bertanya lagi, “buat apa mbk?”
“Buat syarat ikut yudisium dan wisuda, mbk!” jawab saya sedikit kesal, tapi saya masih berusaha tersenyum.
Ada raut terkejut sekaligus kurang suka yang dihadiahkan mbak cantik itu pada saya.
“Emang dimana sekolahnya, mbk?” tanyanya lagi. “Di Pasuruan, mbk!”
“Kan Pasuruan deket, mbk?” ujar mbak itu pada saya.

Tiba-tiba saya mengumpat dalam hati ... Astaghfirullah!
Halloooohh, mbak ... apa Sumenep-Pasuruan itu seperti jalan kaki dari rumah saya ke Pasar Anom? Apa Sumenep-Pasuruan itu seperti naik angkot dari pangkalan ke kampus saya? Masyaa Allah ...
“Masalahnya mbak, saya butuhnya minggu ini. Karena yudisium saya tinggal beberapa hari lagi! Masak iya mau jauh-jauh ke Pasuruan, sedang saya masih harus melengkapi berkas yang lain” jawab saya, akhirnya.

Si mbak itu celingukan lagi, akhirnya Ibu di sampingnya bertanya juga. Mungkin jengah melihat saya.
Dan si mbak cantik menjelaskan perihal kepentingan saya. Lalu kembali pada aktivitasnya.
Si Ibu menatap saya dengan raut yang masih sama dengan yang ditunjukkan pada tamu dihadapannya,”Oh ... gabisa, mbak!” jawabnya ketus.

Ok, saya sudah benar-benar kesal dan tak ingin berlama-lama dalam ruangan itu. “Oh iya, makasih!” seru saya dengan tersenyum lalu ngeloyor pergi.

Kepergian saya dari ruangan itu masih diantar dengan kegiatan yang sama. Si Mas asyik dengan tamunya, si Ibu judes juga dengan tamunya yang kebingungan, si Mbak cantik dengan smartphone dan komputernya, dan si Bapak “Pinki Boy” duduk manis dengan smartphone unyunya yang tak merespon sedikitpun sejak kedatangan saya.

Usai dari sana, teman yang menemani saya lantas berkomentar, “aaah .. kan, emang gitu, Nis! Kalo bukan kerabat, akan dipersulit. Yaa ... gadget sekarang itu Tuhannya manusia.”

Sebenarnya, saya ke kantor itu bukan hanya atas perintah orangtua saya. Tapi juga memang ada hukum yang sudah mengatur perihal kepentingan saya.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 29 tahun 2014 tentang Pengesahan Fotokopi Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar, Surat Keterangan Pengganti Ijazah/ Surat Tanda Tamat Belajar, dan Penerbitan Keterangan Pengganti Ijazah/ Surat Tanda Tamat Belajar Pasal II point 6 bahwa : Pengesahan Fotokopi Ijazah/STTB dan Surat Keterangan Pengganti Ijazah/STTB yang berdomisili di Kabupaten/Kota yang berbeda dengan kabupaten/kota sekolah asal dapat dilakukan Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi pendidikan di tempat pemohon berdomisili.

Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 11 tahun 2002 , Lampiran 1a : PEJABAT YANG BERWENANG MENGESAHKAN FOTO COPY IJAZAH / STTB dengan jenjang pendidikan SD, SMP, SMA dan yang setingkat yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh kepala sekolah bersangkutan dan yang berhak mengesahkan legalisir dan fotokopi adalah kepala sekolah yang bersangkutan/Kepala/Kabag/Kabid/Kasubdin atau yang setingkat dan berkompeten pada Dinas Pendidikan dan Kantor DEPAG Kab/Kota.

Jadi bagaimana?

Kalaupun hukum ini tidak berlaku untuk DEPAG, saya sih gak masalah. Saya masih bisa mendatangi Dinas Pendidikan.
Saya ke kantor DEPAG karena saya Alumni dari sebuah MA diluar kota. Bukankah DEPAG menaungi itu?

Hanya saja, saya kurang suka terhadap pelayanan di PENDMA.
 

Katanya PENDMA singkatan dari Pendidikan Madrasah.
Tapi kok, sikapnya jaaauuuuh sekali dari orang yang berpendidikan! Entah dulu sekolahnya dimana, saya rasa beliau-beliau itu belum tahu pengajaran Etika!

Perlulah di“MADRASAH”kan sikap pegawai PENDMA.

Kan ... tamu adalah Raja.
Tapi kalau gadget adalah Tuhan mereka ...
Pastilah, Raja itu kalah saing sama Tuhan!

=MIKIR!!!=



Untuk yang sedang menunggu jodoh, banyak sekali postingan untuk segera memantaskan diri agar menjemput atau dijemput dengan jodoh terbaik. Bukankah, sebaik-baik wanita untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya!

Aaah, selalu begitu ...

Saya jadi berpikir, Lillah gak yaa?

Mau memperbaiki diri apa mesti hanya ketika menunggu jodoh?
 

Ingin memantaskan diri apa harus niatnya karena ingin mengharap jodoh terbaik dariNYA?


Baik, sih memang ... 
Menuntun para manusia untuk lebih mengenal Rabb, Tuhan Semesta Alam.

Hanya saja ... ketika Istiqomah hanya sebatas itu, apa Allah ridha???

Untuk ikhwan dan akhwat ...
Ya, semoga niat memperbaiki diri bukan sekedar karena jodoh!

=Secangkir Kopi=


Entah apa yang kamu cari Mas, Mbak ...
popularitas? Materi? Pemenuhan akan sebuah janji? Atau lainnya???
Tanpa kamu sadari, ada 1 hal yang kamu lupakan.
Kamu sudah menggadaikan persahabatanmu!
Yang awalnya teman/sahabat, bisa berubah menjadi musuh dalam selimut.
Yang awalnya akrab dan baik-baik saja, bisa berubah menjadi basa-basi dan penuh kepura-puraan.
Kamu ... seperti sahabat penabur sianida dalam secangkir kopi kala senja kemarin.
Lucu sekali ketika persahabatanmu kamu anggap hanyalah sebuah manifestasi politik,
yang tak lebih berharga dari selembar tisu toilet!

‪#‎KelakuanMahasiswaJilid2‬

Rabu, 15 April 2015

PENGEMBANGAN POTENSI DESA MELALUI KKN POSDAYA STKIP PGRI SUMENEP



Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk perkuliahan yang dilaksanakan dengan langsung terjun ke masyarakat. Masyarakat sasaran KKN dapat berupa masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan, sekolah, masyarakat industri atau kelompok lain yang dipandang layak untuk menjadi sasaran KKN.
KKN POSDAYA merupakan salah satu jenis  KKN yang bertujuan membentuk, membina dan mengembangkan Posdaya sebagai terobosan baru dalam pemberdayaan masyarakat, melalui pemanfaatan potensi SDM dan SDA lokal dalam bidang kewirausahaan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Melihat potensi Desa yang telah kami jabarkan pada BAB sebelumnya, dalam KKN Posdaya kami berusaha mengembangkan potensi yang dimiliki Desa dengan program kami selama 1 bulan KKN di Desa Poja yang kami kemas dengan judul “Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Compo’ SRIKANDI (Sehat, Prestasi, Kreatif, Mandiri dan Asri) Berbasis Kearifan Lokal”.
Alasan kami, karena kami ingin menggali jiwa-jiwa yang sehat, berprestasi, kreatif, mandiri dan asri dengan melihat potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya lainnya dari desa Poja yang luar biasa sehingga menciptakan Sumber Daya Manusia yang dapat berinovasi sesuai perkembangan jaman dengan tidak meninggalkan adat yang masih kental melekat pada masyarakat desa Poja. Program kami yang telah berhasil kami jalankan yakni :
a.     Pelatihan Kaligrafi
Desa Poja yang masih kental nilai religiusnya, terbukti dengan adanya madrasah di desa tersebut, membuat kelompok kami berinisiatif untuk mengadakan pelatihan Kaligrafi. Sasaran pelatihan Kaligrafi ini adalah anak-anak usia TK hingga SD. Tujuan Pelatihan Kaligrafi adalah agar meningkatkan kemampuan seni kaligrafi anak usia dini untuk bekal pengetahuan kaligrafi yang


berpengalaman dan unggul. Kendala dalam program ini adalah, tidak adanya kelanjutan dari pelaksanaan program ini sejak berakhirnya masa KKN kelompok kami mengingat kurang minatnya remaja yang ingin mengajar anak seni kaligrafi.
Program ini berjalan sejak minggu kedua KKN Desa Poja dengan waktu pelaksanaan 3 kali seminggu yang dilakukan malam hari.

a.     Komunitas MANIS
Komunitas MANIS adalah Komunitas membaca dan menulis. Dilatar-belakangi keprihatinan terhadap minimnya minat baca dan menulis, maka dibentuklah Komunitas MANIS dengan sasaran remaja dan siswa. Tujuan komunitas ini jelas, yaitu untuk meningkatkan kecintaan membaca dan menulis pada generasi muda, khususnya siswa berbagai tingkatan pendidikan, mahasiswa, maupun pada masyarakat umum.
Namun, komunitas yang dilaksanakan pada minggu kedua KKN dengan waktu 2 kali seminggu ini tidak ada kelanjutannya. Sebab, kurangnya tenaga dewasa yang bersedia mengajar atau bersedia melanjutkan Komunitas ini
 



c.     Pelatihan Dasar Silat
Pencak silat merupakan warisan leluhur yang harus dijaga seluruh masyarakat Indonesia. Pencak silat bukanlah sejarah, tetapi bagian dari masa kini dan masa depan. Maka itu pencak silat harus diajarkan untuk pembentukan karakter. Oleh karena itu, kami menggelar pelatihan dasar pencak silat yang sasarannya adalah anak-anak dan pemuda masyarakat desa Poja. Sebab pencak silat membentuk karakter manusia yang jujur dan disiplin.
Pelatihan yang dimulai sejak minggu pertama dengan waktu 1 kali seminggu ini pun berakhir seiring dengan berakhirnya KKN Desa Poja.
 

d.     Bimbel
Melihat bahwa tidak adanya pusat bimbingan belajar atau tempat les di desa Poja, kami berniat akan melaksanakan program Bimbel terhadap anak-anak usia dini di Desa Poja. Program ini berlangsung sejak minggu kedua dengan waktu 4 kali seminggu yang diadakan pada malam hari. Juga berakhir seiring dengan berakhirnya KKN Desa Poja.
 

e.     Sosialisasi Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Sosialisasi Kesehatan merupakan kegiatan penambahan pengetahuan yang diperutukkan bagi masyarakat desa Poja melalui penyebaran pesan. Tujuan kegiatan sosialisasi kesehatan yaitu untuk mencapai tujuan hidup sehat dengan cara mempengaruhi prilaku masyarakat, baik itu secara individu atau pun kelompok dengan menyampaian pesan.
Sosialisasi Kesehatan pada program ini adalah dengan menanamkan cara hidup sehat, juga pemberian abathe gratis melalui door to door. Kegiatan ini dilakukan pada minggu pertama dan minggu ketiga selama KKN.



 

c.     Penanaman TOGA
TOGA singkatan dari Tanaman Obat Keluarga adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Tanaman Toga merupakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan.
Melihat dari potensi Desa Poja yang masyarakatnya belum mengerti dan tidak membudidayakan tanaman TOGA, maka kelompok KKN 017 melaksanakan program ini dibantu oleh aparat Desa. Pelaksanaannya pada minggu ketiga.

d.     Sosialisasi Pentingnya Golden Age
 Golden age adalah masa emas anak yang merupakan masa penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkem-bangannya. Pada masa golden age, pembentukan system saraf secara mendasar sudah terjadi. Pada masa ini, terjadi hubungan antara sel-sel saraf. Kuantitas dan kualitas sambungan ini menentukan kecerdasan balita.
Oleh karena itu, kami melaksanakan program Sosialisasi Pentingnya Golden Age di desa Poja dengan sasaran para orang tua yang memiliki balita usia 1-3 tahun supaya dapat menentukan kecerdasan yang dimiliki anaknya. Dilaksanakan bertepatan dengan acara posyandu yang digelar di Desa Poja pada minggu ketiga.

h.   Mengajar Mengaji
Mengaji merujuk pada aktivitas membaca Al Qur'an oleh penganut agama Islam. Aktivitas ini dalam agama Islam termasuk ibadah dan orang yang melakukannya akan mendapatkan ganjaran dari Allah. Dalam program ini, kami tidak hanya bersama-sama mengaji, namun juga membantu mengajar mengaji anak-anak di surau terdekat. Pelaksanaannya pada setiap hari selama sebulan penuh setelah sholat maghrib berjamaah.
 

i.    Kompolan
Di desa Poja terdapat beberapa pengajian yang sering dilaksanakan. Diantaranya; kompolan diba’, tahlil, PKK dan kompolan takmir masjid.
Kompolan ini ada yang pelaksaannya sebulan sekali, ada pula yang seminggu sekali.
 

j.    Inventarisasi
Adapun tujuan dari program ini adalah membuat suatu buku yang berisi mengenai desa Poja dan masyarakatnya yang terangkum dalam Buku Desa ini yang dapat manjadi pedoman dan literatur sumber informasi desa Poja, dan buku tersebut diserahkan pada kepala desa Poja.
Sasaran dari program ini adalah masyarakat desa Poja dan pemuka-pemuka adat yang ada. Survey untuk program ini dimulai sejak minggu pertama kelompok ini menginjakkan kaki di Desa Poja.
 
k.    Baksos
Bakti Sosial atau disingkat Baksos merupakan salah satu kegiatan wujud dari rasa kemanusiaan antara sesama manusia. Bakti Sosial merupakan suatu kegiatan  dimana dengan adanya kegiatan ini kami dapat merapatkan kekerabatan. Bakti sosial antar warga yang dilakukan oleh kami adalah untuk mewujudkan rasa cinta kasih, rasa saling menolong, rasa saling peduli kami kepada masyarakat luas yang sedang membutuhkan bantuan.
Pelaksanaan program ini pun tidak menentu kapan tepatnya. Sejak minggu pertama KKN, kami sudah melaksanakan program ini.
 

l.    Pembuatan Papan Arah
Pembuatan Papan Arah gunanya untuk member tahu arah tempat atau jalan di desa Poja. Pelaksanaan program ini pada awal minggu kedua dan minggu keempat.
 

m. Pemanfaatan Limbah Daur Ulang
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace).
Dengan adanya beberapa limbah yang banyak ditemukan di desa Poja seperti; limbah kulit jagung, ampas tahu, kulit jagung, dan lainnya, kami memanfaatkannya dengan mendaur ulang limbah tersebut menjadi sesuatu yang layak jual. Pelaksanaan program ini dimulai dari minggu ketiga dan minggu keempat.


n.   Community Mapping
Membuat konsep perencanaan tata ruang dengan mempertimbangkan aspek-aspek ekonomi, sosial, politis, keamanan, budaya, konservasi dan futuristik, agar didapatkan peta wilayah yang lengkap dan sesuai dengan pemanfaatannya oleh masyarakat desa Poja. Selain itu juga dapat memberikan informasi kepada wisatawan yang datang ke desa Poja dan para penanam modal yang ingin mengetahui potensi yang dimiliki oleh desa Poja.
Dari program ini tidak kami aplikasikan dengan sebuah peta yang lengkap dengan sumber daya alam yang dimiliki oleh desa Poja berserta tempat-tempat penting yang ada di daerah tersebut, namun kami mengemasnya dalam survey Posdaya yang kami lakukan terhadap masyarakat dengan bentuk buku Desa. Program ini kami laksanakan dimulai dari minggu pertama sejak kedatangan kami ke Desa Poja.
 

 

n.   Kerajinan Tangan
Kerajinan adalah sebutan bagi suatu benda hasil karya seni manusia. Kata 'kerajinan' berasal dari kata 'rajin' yang artinya barang/benda yang dihasilkan oleh keterampilan tangan. Nilai-nilai yang dibutuhkan untuk membuat suatu kerajinan adalah memiliki kecakapan, keahlian, penguasaan dalam proses pembuatan produk, dan kreatifitas/imajinasi. Untuk itulah kami mengembangkan dan memberdayakan masyarakat desa Poja untuk dapat membuat kerajinan tangan yang kreatif sehingga bernilai jual.
 

o.   Kuliner
Untuk menjadikan masyarakat desa Poja mandiri, kami mengembangkan potensi yang dimiliki oleh desa Poja dari hasil bertani dan sumber daya alamnya dengan memberdayakan Sumber Daya Manusia kreatif masyarakat desa Poja melalui pengelolaan makanan menjadi kuliner yang berbeda dan tidak biasa. Contohnya seperti; daun kayu putih, ampas tahu, daun beluntas dan lain sebagainya.