Kamis, 20 Juni 2013

MUMTAZ MAHAL



Resah purnama melihatnya,
dibalik dinding-dinding kelabu
rumah pagar besi...
Melayangkan pesona penuh sandiwara,
menyulap Mawar menjadi bunga Raflesia!!
takut...
          gentar...
                   mencekam...
          angkuh...
          menyiratkan panas yang menjalar
          namun ia bukan batu es!
          dan pada akhirnya,
          ia akan meleleh
          seperti lilin...
Bukan karena diterjang cacian dedaunan,
namun karena inilah saatnya...
saatnya berhenti
berhenti bergumam “Mumtaz Mahal”

Sabtu, 08 Juni 2013

CUKUP 10 MENIT!!!






Aku berdiri mematung. Menatap nanar pada gundukan tanah berwarna merah yang ada dihadapanku ini. Gundukan tanah merah ini pun, terlihat masih basah. Yupp!!! Aku tengah berada di daerah pekuburan. Mengunjungi kuburan seseorang yang pernah singgah dihatiku. Sudah dua minggu, malaikat maut telah mengambil nyawanya. Nyawa seorang gadis yang telah kucintai sejak lama. Hhh...
Aku berbalik arah, setelah cukup lama berdiri mematung dihadapan gundukan tanah yang masih berwarna merah itu. Pulang. Aku berjalan gontai menuju mobilku. Aku harus melupakannya. Tidak!!! Tidak sepenuhnya terlupakan, aku hanya harus merelakannya. Karena dirinya masih tersimpan jauh dalam kenanganku. Allah terlalu sayang padanya, hingga dia harus menemui-NYA lebih dahulu.

#     #     #

Aku mengenalnya sejak lama. Sejak Allah mempertemukanku dengan dirinya saat Masa Orientasi Siswa di SMP, beberapa tahun lalu. Namanya Meysha. Dia orang pertama yang kukenal pada saat itu. Cantik, juga hiperaktif. Yang jelas kuingat, dia anak yang paling nakal di sekolahku. Aku memanggilnya Echa, panggilan kesayanganku padanya.
Aku memang mengincar Echa agar menjadi pacarku. Namun itu tak mungkin. Aku harus cukup bahagia karena dekat dengannya sebagai sahabat. Jadilah kami sepasang sahabat yang terkenal paling bandel di seantero sekolah.
Aku dan Echa berinisiatif membuat gank yang berisi kumpulan anak-anak nakal, dan Echa sebagai ketua gank kami. Kami menamainya KOMETS, Kumpulan Orang Manis End Terkenal Sableng.
Siapa yang tak kenal KOMETS?? Seluruh sekolah pasti mengetahuinya. Gank yang diketuai oleh cewek cantik berambut panjang yang beranggotakan 9 orang ini, 3 perempuan dan 7 laki-laki, termasuk aku didalamnya.
Siapa yang tidak tahu kebengalan anak-anak KOMETS?? Semua orang akan dibuat geleng-geleng kepala ketika ditanya seperti itu. Kami pernah mengempesi ban mobil milik bapak kepala sekolah. Kami juga pernah melumuri kursi seorang guru paling “killer” di sekolah dengan lem super lengket, hingga celana si bapak guru robek berat. Kami sering bolos pada jam-jam pelajaran berlangsung. Bahkan tak jarang, kita ke sekolah hanya setor muka saja. Dan tentu saja, Echa yang menjadi pelopornya.
Kami juga pernah membuat salah seorang guru masuk rumah sakit, karena penyakit stepnya kambuh. Sering pula kami membuat guru-guru kewalahan menghukum karena ulah kami sendiri.  Bapak kepala sekolah pun dibuat stress dengan ulah Echa yang selalu membantahnya dengan berjuata alasan ketika diminta menghadap bapak Kepsek tercinta. Dan, banyak guru yang telah memvonis kami tidak lulus. Namun nyatanya? Kami semua lulus dengan lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja, Echa ada dibalik semua kenakalan kami. Dia selalu punya banyak cara untuk membuat orang-orang disekitarnya mengelus dada.
Echa memang tak memakai narkoba, tak minum-minuman beralkohol, atau gonta-ganti pacar. Bisa dipastikan Echa tak ingin pacaran. Yang dia katakan, takut ingin sakit hati nantinya. Namun, kenakalan Echa memang benar-benar parah. Anehnya, kedua orang tuanya tidak pernah tahu akan hal ini. Pastinya, karena Echa selalu merobek surat-surat peringatan yang ditujukan untuk orang tuanya. Echa menjadi anak paling manis saat berada dirumah. Dan berubah 180 derajat ketika disekolah, menjadi anak paling bengal.
Setelah lulus, aku dipindahkan keluar kota untuk mengikuti jenjang SMA di pesantren. Karena orang tuaku telah mencium aroma kenakalanku. Dan setelahnya, aku tak tahu nasib gank KOMETS bagaimana juga kabar mereka. Aku hanya mendapat kabar, bahwa Echa dikirim orang tuanya untuk menemani neneknya di Australia. Hingga aku lulus pun dan melanjutkan ke perguruan tinggi, aku masih tak bertemu dan mendapat kabar teman-temanku.
Dan setelah aku menjadi manager pemasaran pabrik semen, kedua orang tuaku menginginkanku segera menikah dengan gadis pilihan mereka. Aku pun menjalani proses ta’aruf dengan calon pendamping pilihan orang tuaku. Saat bertemu, gadis yang akan kupersunting memakai cadar. Aku tak tahu wajahnya, karena cukup dari mata indahnya aku tahu bahwa dia perempuan terbaik untuk hidupku.
Pernikahan pun berlangsung di rumah salah satu kerabat calon pengantinku. Aku mengucapkan ijab qobul dengan fasih, tanpa hambatan. Sedang perempuanku, masih dalam perjalanan. Usai mengikrarkan janji suci itu, aku menunggu pengantinku. Lima menit kemudian, aku mendapat telepon dari orang tua istriku. Memberi kabar bahwa istriku sedang dirawat di rumah sakit. Perempuan yang telah sah menjadi istriku ini, mengalami kecelakaan saat akan menemuiku.
Aku shock!!!
Dengan segera, aku melesatkan mobilku menuju rumah sakit. Butuh waktu 10 menit untuk sampai disana. Sesampainya, aku sibuk mencari kamar perempuan yang telah menjadi pendampingku ini. Dan 5 menit kemudian, kutemukan dirinya sedang terbaring lemah, tak berdaya. Ketika aku masuk, aku terkejut melihatnya. Seorang perempuan cantik sedang terbaring dengan selang infus menancap pada pergelangan tangannya.
Ya allah...dia Meysha!!!! Ketua gank KOMETS, saat masa SMP.
Dan, dia...
Istriku!!!!
Aku menghampirinya, kurengkuh tangannya. Dan kupanggil nama kesayanganku padanya, Echa. Tak ada respon darinya. Dokter bilang, dia koma. Lama, kupandangi wajahnya. Banyak yang berubah darinya. Dia terlihat lebih anggun, bijaksana, kalem, dan tetap cantik. Aku tersenyum menatapnya.
Delapan menit telah berlalu, namun matanya tak juga membuka. Hingga akhirnya, perlahan mata indah Echa terbuka. Menatapku beberapa saat lamanya, tersenyum padaku, lalu menutup kembali. Kulihat alat pendeteksi detak jantung yang berada disampingnya itu, menunjukkan garis lurus. Tandanya? Echa telah tiada di menit ke sepuluh aku setelah merengkuh tangannya.
Dia meninggal saat 10 menit telah berlalu dari kedatanganku. Dan dia menutup matanya setelah 30 menit sah menjadi istriku. Cukup 10 menit aku memandangnya. Cukup 10 menit aku tahu bahwa dia Meysha. Dia istriku. Dan, cukup 10 menit aku bertemu dengan gadis yang kucintai di masa lalu.
Ya allah...begitu cepatnya Kau memanggilnya. Mungkin Engkau telah menentukan yang terbaik untukku. Ku ikhlaskan dirinya untuk menghadapMu. Terima kasih Allah, Engkau telah mempertemukanku dengannya walau hanya 10 menit. Dan itu cukup untukku.

THE END

LAPORAN HASIL WAWANCARA



“MENANGGAPI PERGAULAN BEBAS yang TERJADI di SUMENEP terhadap REMAJA dibawah UMUR”

Disusun sebagai bahan tugas mata kuliah Keterampilan Menyimak





Mahasiswa Jurusan PBSI


STKIP  PGRI  Sumenep




Tahun ajaran 2013-2014


A.  1.1 Latar Belakang
Saat ini, era telah memasuki era globalisasi. Dimana banyaknya budaya-budaya asing yang masuk ke Negara Indonesia. Budaya yang mengajarkan sebuah kebebasan. Budaya yang pada akhirnya mulai merusak remaja Indonesia. Khususnya  remaja  yang berkawasan di Sumenep.
Generasi muda, merupakan generasi penerus bangsa.Yang diharapkan mampu memimpin bangsa ini dengan lebih baik. Namun pada saat ini, pergaulan remaja telah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Dimana mereka, para remaja lebih menyukai sebuah norma-norma kebebasan.
Adapun dalam laporan sederhana ini, bertujuan untuk mengkaji sekilas tentang pergaulan bebas tersebut yang didalamnya membahas tentang penanggulangan pergaulan bebas yang kini telah marak terjadi di Sumenep terhadap remaja dibawah umur.
Dasar penulisan penulis ini, dari hasil wawancara sebagaimana yang telah terlampir.

1.2 Tujuan Penulisan
Saat ini, baik pihak remaja sendiri maupun orang tua tak banyak yang mengetahui mengenai pergaulan yang salah ataupun pergaulan yang benar. Oleh karena itu, disini penulis akan membahas mengenai pergaulan bebas.

1.3 Sasaran Wawancara
1. Nama                             :    Dr. Fatoni, M. Si
Status nikah                  :    Sudah menikah
Kewarganegaraan         :    Indonesia
Agama                           :    Islam
Jabatan                          :    Kepala Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat
                                               Dinas Kesehatan
Pendidikan terakhir       :    S2 Master of Sience
Riwayat pekerjaan        :    - PNS sejak 2000-sekarang
-  Dokter di Puskesmas Ambunten sejak 2000-2006
-  Kepala Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat
                                                  Dinas Kesehatan sejak 2006-sekarang.

2. Nama                             :    Indah Farida Ratnawati, Amd. Keb
Status nikah                  :    Sudah menikah
Kewarganegaraan         :    Indonesia
Agama                           :    Islam
Jabatan                          :    Staff anak remaja usila bid. Kesehatan Masyarakat
Pendidikan terakhir       :    D3 Keperawatan
Riwayat pekerjaan        :    - PNS sejak 1990-sekarang
-  Staff di kec. Nong-gunong, Sepudi dari 1990-1995
-  Perawat di Puskesmas Dungkek dari 1995-2009
-  Staff anak remaja usila bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan sejak 2009-sekarang.





B.  2.1 Pengertian Remaja
Masa remaja adalah peralihan dari masa anak-anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/fungsi untuk memasuki masa dewasa. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir.

2.2 Pengertian Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar, baik di lingkungan maupun dari media massa.

2.3 Penyebab Pergaulan Bebas
Dari data yang telah diketahui oleh Dinas Kesehatan, banyak sekali remaja yang terjerumus pada pergaulan bebas di kawasan Sumenep ini. Dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas maupun menggunakan narkoba sendiri, semakin meningkat. Kelompok remaja yang masuk ke dalam data tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun, dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau mahasiswa.
Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Kemajuan teknologi menjadi salah satu penyebab utama pergaulan bebas yang tejadi pada remaja Sumenep. Dengan bebasnya, remaja saat ini dapat mengakses internet dimanapun dan kapanpun.
Penyebab pergaulan bebas tiap remaja, mungkin berbeda. Tetapi semuanya berakar dari penyebab utama. Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tidak terkendali, seperti pergaulan bebas & penggunaan narkoba yang berujung kepada penyakit seperti HIV & AIDS ataupun kematian.
Berikut ini di antara penyebab maraknya pergaulan bebas di Sumenep :
1.    Kemajuan teknologi.
Remaja yang serba ingin tahu, juga ingin coba-coba melakukan sesuatu dari apa yang dilihatnya dalam situs-situs porno, maupun dari media massa dan media cetak yang saat ini telah marak menyajikan acara-acara dan tayangan yang semakin berani pamer aurat dan adegan-adegan yang membuat deg-degan jantung para lelaki. Belum lagi tayangan yang menyuguhkan gambar “sekwilda”, alias sekitar wilayah dada, serta gambar “bupati”, alias buka paha tinggi-tinggi yang dapat membuat otak remaja teracuni dengan pesan sesatnya.
2.    Kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan/agama
Kurangnya pendidikan agama yang diperoleh oleh remaja dari rumah, dapat memicu pergaulan remaja yang salah. Bahkan, pendidikan agama di sekolah-sekolah ternyata tidak menggugah kesadaran remaja untuk kritis dan inovatif. Sehingga iman si anak kurang.
3.    Sikap mental yang tidak sehat
Sikap mental yang tidak sehat, dan emosi remaja yang labil, membuat banyaknya remaja merasa bangga terhadap pergaulan yang sebenarnya merupakan pergaulan yang tidak sepantasnya. Tetapi mereka tidak memahami karena daya pemahaman mereka yang lemah.
4.    Pelampiasan rasa kecewa
Seorang remaja mengalami tekanan dikarenakan kekecewaannya terhadap tekanan dari orang tua, orang tua yang kurang perhatian, beban pikiran yang dialami oleh si remaja, di sekolah dijauhi.
5.    Kegagalan remaja menyerap norma
Hal ini disebabkan karena norma-norma yang ada sudah tergeser oleh modernisasi yang sebenarnya adalah westernisasi.

Pergaulan adalah salah satu kebutuhan bagi makhluk hidup, khususnya remaja agar dapat bersosialisasi. Namu yang terjadi justru terpengaruh pada pergaulan yang salah. Pergaulan bebas remaja yang semakin meningkat telah menjadi tren anak muda Sumenep. Misalnya saja , jika tidak berpacaran, tidak dapat dikatakan “keren”. Padahal masih banyak hal-hal positif lain yang dapat dilakukan oleh para remaja Sumenep agar dapat dikatakan “keren”.
Karena remaja yang serba ingin tahu dan penasaran, itulah yang membuat mereka ingin meniru-niru apa yang misalnya telah disediakan oleh situs-situs porno, karena teknologi dan internet saat ini dapat diakses dimanapun, dan kapanpun.
Mereka, para remaja selalu berkeingin bebas atau dapat dikatakan “happy”. Tidak ada aturan antara laki-laki dan perempuan. Dikarenakan beban pikiran yang terus membelenggu mereka, mengakibatkan remaja ini ingin sebuah hal yang bernama “kebebasan”. Sebenarnya, semua pergaulan bebas mereka adalah murni kemauan remaja itu sendiri. Sebab mereka ingin bebas dari apa-apa yang telah membelenggunya.
Dari study kesehatan, menyebutkan bahwa remaja yang mengirim 120 kali SMS/hari akan cenderung terjerumus kepada pergaulan bebas. Namun, pada dasarnya semua itu tergantung pada isi dalam SMS yang dikirim tersebut. Dan semua kembali pada remaja tersebut, atas kesadaran diri mereka sendiri.
Sebuah narasi “liar” menjelaskan bahwa pemberian penyuluhan pendidikan seksual terhadap para remaja, dapat memicu terjadinya pergaulan bebas. Tetapi, pada kenyataannya semua dikembalikan  kepada iman daripada remaja tersebut. Dan seharusnya pendidikan seksual diberikan sejak dini, atau sejak SD. Agar saat si anak telah menginjak masa remaja, masa yang labil dan serba ingin tahu, si anak tersebut dapat memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik.


2. 4 Ciri-ciri Pergaulan Bebas
Adapaun ciri-ciri remaja yang telah terpengaruh pergaulan bebas, yaitu :
-     Penghamburan harta untuk memenuhi keinginan sex bebasnya.
-     Upaya mendapatkan harta dan uang dengan menghalalkan segala cara.
-     Rasa ingin tahu yang besar.
-     Rasa ingin mencoba dan merasakan.
-     Terjadi perubahan-perubahan emosi, pikiran, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab yang dihadapi.
-     Mudah mengalami kegelisahan, tidak sabar, emosional, selalu ingin melawan, rasa malas, perubahan dalam keinginan, ingin menunjukkan eksistensi dan kebanggaan diri serta selalu ingin mencoba dalam banyak hal.
-     Banyak mengalami tekanan mental dan emosi.
-     Terjerat dalam pesta hura-hura ganja, putau, ekstasi, dan pil-pil setan lain.

2. 5 Dampak Pergaulan Bebas
Dampak dari pergaulan bebas di kalangan remaja Sumenep ini, terdapat dampak positif, juga dampak negatifnya. Yakni :

-  Dampak positif :
Rasa sosial yang tinggi, kesetiakawanan, solidaritas.
-  Dampak negatif :
Dapat ketergantungan, kehilangan kendali atas diri sendiri, bahkan yang paling fatal adalah kematian. Sehingga dapat menjerumuskan pada seks bebas, kehamilan yang tidak diinginkan, terserang HIV/AIDS, aborsi, dan tidak hormatnya mereka terhadap orang tua.

2. 6 Cara menanggulangi Pergaulan Bebas
Cara menanggulangi pergaulan bebas yang terjadi terhadap remaja Sumenep, adalah :
-          Tidak dengan tindakan yang frontal, karena akan mengakibatkan tidak berhasilnya upaya penanggulangan tersebut.
-          Dengan membiasakan perilaku baik terhadap remaja sejak dini.
-          Memberikan pendidikan seksual sejak anak masih dibangku Sekolah Dasar.
-          Memberikan penyuluhan tentang kesehatan seksual reproduksi.
-          Memberikan penyuluhan mengenai masalah perilaku remaja, masalah kesehatan remaja secara umum, serta masalah perkembangan remaja.
-          Memberikan penyuluhan tentang akibat dari pergaulan bebas itu sendiri.
-          Orang tua seharusnya dapat mengikuti perkembangan mereka, tetapi juga dapat mengendalikan pergaulan mereka.
-          Melalu pendekatan, karena remaja saat ini lebih terbiasa kepada seseorang yang membiasakan dirinya perperilakau sama. Mendekati si remaja agar bisa didengar. Kemudian memberikan pengetahuan akan sisi kesehatan pergaulan yang mereka geluti.



C.  KESIMPULAN
Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa remaja. Dimana dikatakan remaja ini, sejak usia 12 tahun hingga 21 tahun. Remaja merupakan masa dimana seorang anak rentan akan terpengaruh pada pergaulan yang salah. Terlebih kota kecil seperti Sumenep ini.
Maraknya pergaulan bebas yang terjadi di Sumenep, membuat para remaja semakin sulit untuk diatur. Dalam dirinya, selalu digaung-gaungkan akan sebuah kebebasan. Sehingga mengakibatkan dampak yang negatif juga pada dirinya, misal tak menghormati orang tua.
Penyebab pergaulan ini, terjadi karena dengan mudahnya para remaja ini dapat mengakses internet melalui teknologi0teknologi canggih yang kini telah banyak berkembang, diamanapun dan kapanpun. Juga karena masalah-masalah yang membelenggu mereka, sehingga mereka ingin meresa bebas, tidak terkungkung.
Pergaulan remaja yang telah menjadi tren di Sumenep ini, sebenarnya dapat dicegah dengan mengadakan penyuluhan-penyuluhan kesehatan, misalnya mengenai pendidikan seksual dan lain sebagainya. Peran serta orang tua disini juga sangat diharapkan agar si remaja dapat membedakan mana yang baik baginya, dan mana yang tidak.














Lampiran I
Lembar Kerja

Kuisioner tentang Pergaulan Bebas yang terjadi di Sumenep terhadap Remaja dibawah Umur

Hari/tanggal wawancara    : Senin, 19 November 2012 (09.30 WIB)
Tempat wawancara            : Dinas Kesehatan Kab. Sumenep
                                             Jl. Dr. Soetomo No. 04, Sumenep
Narasumber                       : 1. Dr. Fatoni, M. Si
                                             2. Indah Farida Ratnawati, Amd. Keb

·      Umum :
1.    Apa pengertian Remaja?
Peralihan dari masa anak-anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/fungsi untuk memasuki masa dewasa. Rentang waktu usia remaja, yaitu 12 – 21 tahun. Dan serba ingin tahu.
2.    Apa pengertian pergaulan bebas?
Pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada.
3.    Apa saja pergaulan bebas itu?
Narkoba, seks bebas, tawuran, dan sebagainya.
4.    Apa penyebab pergaulan bebas tersebut?
Kemajuan teknologi, jaringan internet yang dapat diakses dimana saja, media cetak dan media massa yang menyuguhkan gambar “sekwilda”, alias sekitar wilayah dada, serta gambar “bupati”, alias buka paha tinggi-tinggi.
5.    Apa ciri-ciri pergaulan bebas?
-          Penghamburan harta untuk memenuhi keinginan sex bebasnya.
-          Upaya mendapatkan harta dan uang dengan menghalalkan segala cara.
-          Rasa ingin tahu yang besar.
-          Rasa ingin mencoba dan merasakan.
-          Terjadi perubahan-perubahan emosi, pikiran, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab yang dihadapi.
-          Mudah mengalami kegelisahan, tidak sabar, emosional, selalu ingin melawan, rasa malas, perubahan dalam keinginan, ingin menunjukkan eksistensi dan kebanggaan diri serta selalu ingin mencoba dalam banyak hal.
-          Banyak mengalami tekanan mental dan emosi.
-          Terjerat dalam pesta hura-hura ganja, putau, ekstasi, dan pil-pil setan lain.
6.    Apa dampak pergaulan bebas terhadap remaja?
Pergaulan bebas bagi remaja meliputi narkoba dan seks bebas. Dampak dari penggunaan narkoba itu sendiri adalah ketergantungan, kehilangan kendali atas diri sendiri, bahkan yang paling fatal adalah kematian. Sedang dampak seks bebas adalah kehamilan yang tidak diinginkan, terserang HIV/AIDS, aborsi dan dampak negatif lainnya. Sedangkan dampak positif pergaulan bebas bagi remaja adalah rasa sosial yang tinggi, kesetiakawanan, solidaritas. Dampak negatif pergaulan bebas juga adalah tidak hormatnya mereka terhadap orang tua.
7.    Bagaimana cara menanggulangi pergaulan bebas yang kian marak itu?
Tidak dengan tindakan yang frontal, karena akan mengakibatkan tidak berhasilnya upaya penanggulangan tersebut. Dengan membiasakan perilaku baik terhadap remaja sejak dini. Juga memberikan pendidikan seksual sejak anak masih dibangku Sekolah Dasar.

·      Khusus :
Masalah kesehatan seksual reproduksi remaja, masalah perilaku remaja, masalah kesehatan remaja secara umum, serta masalah perkembangan remaja.
1.    Apa pergaulan bebas telah menjadi tren di kalangan remaja Sumenep saat ini?
     Pergaulan remaja yang semakin meningkat telah menjadi tren anak muda Sumenep. Misalnya, jika tidak berpacaran, tidak dapat dikatakan “keren”.
2.    Dari study kesehatan yang penulis telah baca, membuktikan bahwa remaja yang mengirim 120 kali SMS/hari, cenderung terjerumus pada pergaulan bebas? Benarkah hal itu menurut pengamatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep?
     Semua itu tergantung terhadap isi SMS yang diterima oleh si remaja.
3.    Tinggikah angka pergaulan bebas terhadap remaja dibawah umur untuk kawasan Sumenep?
Dari data, banyak sekali remaja yang terjerumus pada pergaulan bebas di kawasan Sumenep ini. Dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas maupun menggunakan narkoba sendiri, semakin meningkat
4.    Apa yang mengakibatkan remaja Sumenep menempuh pergaulan yang salah?
     Ingin bebas atau dikatakan happy. Tidak ada aturan antara laki-laki dan perempuan. Dikarenakan beban pikiran.
5.    Apa Faktor yang mempengaruhi mereka dalam pergaulan bebas ini?
     Karena tekanan orang tua, orang tua yang kurang perhatian, beban pikiran yang dialami oleh si remaja, di sekolah dijauhi.
6.    Apakah didalam pergaulan mereka, didalangi oleh oknum-oknum yang menginginkan kebebasan?
     Sebenarnya, semua pergaulan mereka adalah murni kemauan sendiri. Sebab mereka ingin bebas dari apa-apa yang telah membelenggunya.
7.    Adakah pihak-pihak tinggi, yang merespon baik terhadap pergaulan mereka?
Dirasa, tidak.
8.    Bagaimana cara Dinas Kesehatan ini, untuk mengarahkan mereka agar tidak terjerumus?
     Memberikan penyuluhan tentang pendidikan seksual, penyuluhan tentang kesehatan seksual reproduksi, penyuluhan mengenai masalah perilaku remaja, masalah kesehatan remaja secara umum, serta masalah perkembangan remaja, juga memberikan penyuluhan tentang akibat dari pergaulan bebas itu sendiri.
9.    Dari beberapa tulisan-tulisan “liar” yang penulis baca berkenaan tentang  pergaulan bebas, menyebutkan bahwa pendidikan seksual dapat memicu terjadinya pergaulan bebas. Bagaimana Dinas Kesehatan menanggapi akan hal ini?
     Tidak, karena pada dasarnya, semua itu tergantung kepada iman daripada remaja tersebut. Dan seharusnya pendidikan seksual diberikan sejak dini, atau sejak SD. Agar saat si anak telah menginjak masa remaja, masa yang labil dan serba ingin tahu, si anak tersebut dapat memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik.

10.    Apa sajakah yang seharusnya dilakukan para orang tua ketika menyadari   bahwa anak mereka telah terjerumus pada pergaulan yang salah?
     Orang tua seharusnya dapat mengikuti perkembangan mereka, tetapi juga dapat mengendalikan pergaulan mereka.
11.    Pada dasarnya, tidak adakah kesadaran diri bagi remaja-remaja ini?
       Semuanya kembali pada diri masing-masing remaja.
12.    Biasanya, hal-hal apa saja yang dilakukan para remaja yang telah terjerumus     pada pergaulan bebas ini?
       Karena remaja serba ingin tahu, mungkin mereka akan meniru-niru adegan dalam situs-situs porno, karena saat ini jaringan internet dapat diakses dimanapun dan kapanpun, dan lain sebagainya.
13.    Ketika mereka mengatakan bahwa pergaulan bebas yang mereka geluti adalah pergaulan yang positif, bagaimana cara meyakinkan mereka kembali?
     Melalu pendekatan, karena remaja saat ini lebih terbiasa kepada seseorang yang membiasakan dirinya perperilakau sama. Mendekati si remaja agar bisa didengar. Kemudian memberikan pengetahuan akan sisi kesehatan pergaulan yang mereka geluti.

Sumber wawancara ini, penulis peroleh dari :

Mengetahui,

Kepala Bidang Pembinaan
Kesehatan dan Masyarakat
Dinas Kesehatan




Dr. Fatoni, M. Si


Fasilitator






Indah Farida Ratnawati, Amd. Keb