Aku berdiri mematung. Menatap nanar
pada gundukan tanah berwarna merah yang ada dihadapanku ini. Gundukan tanah
merah ini pun, terlihat masih basah. Yupp!!! Aku tengah berada di daerah
pekuburan. Mengunjungi kuburan seseorang yang pernah singgah dihatiku. Sudah
dua minggu, malaikat maut telah mengambil nyawanya. Nyawa seorang gadis yang
telah kucintai sejak lama. Hhh...
Aku
berbalik arah, setelah cukup lama berdiri mematung dihadapan gundukan tanah
yang masih berwarna merah itu. Pulang. Aku berjalan gontai menuju mobilku. Aku
harus melupakannya. Tidak!!! Tidak sepenuhnya terlupakan, aku hanya harus
merelakannya. Karena dirinya masih tersimpan jauh dalam kenanganku. Allah
terlalu sayang padanya, hingga dia harus menemui-NYA lebih dahulu.
# #
#
Aku
mengenalnya sejak lama. Sejak Allah mempertemukanku dengan dirinya saat Masa
Orientasi Siswa di SMP, beberapa tahun lalu. Namanya Meysha. Dia orang pertama
yang kukenal pada saat itu. Cantik, juga hiperaktif. Yang jelas kuingat, dia
anak yang paling nakal di sekolahku. Aku memanggilnya Echa, panggilan
kesayanganku padanya.
Aku
memang mengincar Echa agar menjadi pacarku. Namun itu tak mungkin. Aku harus
cukup bahagia karena dekat dengannya sebagai sahabat. Jadilah kami sepasang sahabat
yang terkenal paling bandel di seantero sekolah.
Aku
dan Echa berinisiatif membuat gank yang berisi kumpulan anak-anak nakal, dan
Echa sebagai ketua gank kami. Kami menamainya KOMETS, Kumpulan Orang Manis End
Terkenal Sableng.
Siapa
yang tak kenal KOMETS?? Seluruh sekolah pasti mengetahuinya. Gank yang diketuai
oleh cewek cantik berambut panjang yang beranggotakan 9 orang ini, 3 perempuan
dan 7 laki-laki, termasuk aku didalamnya.
Siapa
yang tidak tahu kebengalan anak-anak KOMETS?? Semua orang akan dibuat
geleng-geleng kepala ketika ditanya seperti itu. Kami pernah mengempesi ban
mobil milik bapak kepala sekolah. Kami juga pernah melumuri kursi seorang guru
paling “killer” di sekolah dengan lem super lengket, hingga celana si bapak
guru robek berat. Kami sering bolos pada jam-jam pelajaran berlangsung. Bahkan
tak jarang, kita ke sekolah hanya setor muka saja. Dan tentu saja, Echa yang
menjadi pelopornya.
Kami
juga pernah membuat salah seorang guru masuk rumah sakit, karena penyakit
stepnya kambuh. Sering pula kami membuat guru-guru kewalahan menghukum karena
ulah kami sendiri. Bapak kepala sekolah pun
dibuat stress dengan ulah Echa yang selalu membantahnya dengan berjuata alasan
ketika diminta menghadap bapak Kepsek tercinta. Dan, banyak guru yang telah memvonis
kami tidak lulus. Namun nyatanya? Kami semua lulus dengan lulus dengan nilai
memuaskan. Tentu saja, Echa ada dibalik semua kenakalan kami. Dia selalu punya
banyak cara untuk membuat orang-orang disekitarnya mengelus dada.
Echa
memang tak memakai narkoba, tak minum-minuman beralkohol, atau gonta-ganti
pacar. Bisa dipastikan Echa tak ingin pacaran. Yang dia katakan, takut ingin
sakit hati nantinya. Namun, kenakalan Echa memang benar-benar parah. Anehnya,
kedua orang tuanya tidak pernah tahu akan hal ini. Pastinya, karena Echa selalu
merobek surat-surat peringatan yang ditujukan untuk orang tuanya. Echa menjadi
anak paling manis saat berada dirumah. Dan berubah 180 derajat ketika
disekolah, menjadi anak paling bengal.
Setelah
lulus, aku dipindahkan keluar kota untuk mengikuti jenjang SMA di pesantren.
Karena orang tuaku telah mencium aroma kenakalanku. Dan setelahnya, aku tak
tahu nasib gank KOMETS bagaimana juga kabar mereka. Aku hanya mendapat kabar,
bahwa Echa dikirim orang tuanya untuk menemani neneknya di Australia. Hingga
aku lulus pun dan melanjutkan ke perguruan tinggi, aku masih tak bertemu dan mendapat
kabar teman-temanku.
Dan
setelah aku menjadi manager pemasaran pabrik semen, kedua orang tuaku
menginginkanku segera menikah dengan gadis pilihan mereka. Aku pun menjalani
proses ta’aruf dengan calon pendamping pilihan orang tuaku. Saat bertemu, gadis
yang akan kupersunting memakai cadar. Aku tak tahu wajahnya, karena cukup dari
mata indahnya aku tahu bahwa dia perempuan terbaik untuk hidupku.
Pernikahan
pun berlangsung di rumah salah satu kerabat calon pengantinku. Aku mengucapkan
ijab qobul dengan fasih, tanpa hambatan. Sedang perempuanku, masih dalam perjalanan.
Usai mengikrarkan janji suci itu, aku menunggu pengantinku. Lima menit
kemudian, aku mendapat telepon dari orang tua istriku. Memberi kabar bahwa
istriku sedang dirawat di rumah sakit. Perempuan yang telah sah menjadi istriku
ini, mengalami kecelakaan saat akan menemuiku.
Aku
shock!!!
Dengan
segera, aku melesatkan mobilku menuju rumah sakit. Butuh waktu 10 menit untuk
sampai disana. Sesampainya, aku sibuk mencari kamar perempuan yang telah
menjadi pendampingku ini. Dan 5 menit kemudian, kutemukan dirinya sedang
terbaring lemah, tak berdaya. Ketika aku masuk, aku terkejut melihatnya.
Seorang perempuan cantik sedang terbaring dengan selang infus menancap pada
pergelangan tangannya.
Ya
allah...dia Meysha!!!! Ketua gank KOMETS, saat masa SMP.
Dan,
dia...
Istriku!!!!
Aku
menghampirinya, kurengkuh tangannya. Dan kupanggil nama kesayanganku padanya,
Echa. Tak ada respon darinya. Dokter bilang, dia koma. Lama, kupandangi
wajahnya. Banyak yang berubah darinya. Dia terlihat lebih anggun, bijaksana,
kalem, dan tetap cantik. Aku tersenyum menatapnya.
Delapan
menit telah berlalu, namun matanya tak juga membuka. Hingga akhirnya, perlahan
mata indah Echa terbuka. Menatapku beberapa saat lamanya, tersenyum padaku,
lalu menutup kembali. Kulihat alat pendeteksi detak jantung yang berada
disampingnya itu, menunjukkan garis lurus. Tandanya? Echa telah tiada di menit
ke sepuluh aku setelah merengkuh tangannya.
Dia
meninggal saat 10 menit telah berlalu dari kedatanganku. Dan dia menutup
matanya setelah 30 menit sah menjadi istriku. Cukup 10 menit aku memandangnya. Cukup
10 menit aku tahu bahwa dia Meysha. Dia istriku. Dan, cukup 10 menit aku
bertemu dengan gadis yang kucintai di masa lalu.
Ya
allah...begitu cepatnya Kau memanggilnya. Mungkin Engkau telah menentukan yang
terbaik untukku. Ku ikhlaskan dirinya untuk menghadapMu. Terima kasih Allah, Engkau
telah mempertemukanku dengannya walau hanya 10 menit. Dan itu cukup untukku.
THE END
THE END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar