Sabtu, 08 Juni 2013

CUKUP 10 MENIT!!!






Aku berdiri mematung. Menatap nanar pada gundukan tanah berwarna merah yang ada dihadapanku ini. Gundukan tanah merah ini pun, terlihat masih basah. Yupp!!! Aku tengah berada di daerah pekuburan. Mengunjungi kuburan seseorang yang pernah singgah dihatiku. Sudah dua minggu, malaikat maut telah mengambil nyawanya. Nyawa seorang gadis yang telah kucintai sejak lama. Hhh...
Aku berbalik arah, setelah cukup lama berdiri mematung dihadapan gundukan tanah yang masih berwarna merah itu. Pulang. Aku berjalan gontai menuju mobilku. Aku harus melupakannya. Tidak!!! Tidak sepenuhnya terlupakan, aku hanya harus merelakannya. Karena dirinya masih tersimpan jauh dalam kenanganku. Allah terlalu sayang padanya, hingga dia harus menemui-NYA lebih dahulu.

#     #     #

Aku mengenalnya sejak lama. Sejak Allah mempertemukanku dengan dirinya saat Masa Orientasi Siswa di SMP, beberapa tahun lalu. Namanya Meysha. Dia orang pertama yang kukenal pada saat itu. Cantik, juga hiperaktif. Yang jelas kuingat, dia anak yang paling nakal di sekolahku. Aku memanggilnya Echa, panggilan kesayanganku padanya.
Aku memang mengincar Echa agar menjadi pacarku. Namun itu tak mungkin. Aku harus cukup bahagia karena dekat dengannya sebagai sahabat. Jadilah kami sepasang sahabat yang terkenal paling bandel di seantero sekolah.
Aku dan Echa berinisiatif membuat gank yang berisi kumpulan anak-anak nakal, dan Echa sebagai ketua gank kami. Kami menamainya KOMETS, Kumpulan Orang Manis End Terkenal Sableng.
Siapa yang tak kenal KOMETS?? Seluruh sekolah pasti mengetahuinya. Gank yang diketuai oleh cewek cantik berambut panjang yang beranggotakan 9 orang ini, 3 perempuan dan 7 laki-laki, termasuk aku didalamnya.
Siapa yang tidak tahu kebengalan anak-anak KOMETS?? Semua orang akan dibuat geleng-geleng kepala ketika ditanya seperti itu. Kami pernah mengempesi ban mobil milik bapak kepala sekolah. Kami juga pernah melumuri kursi seorang guru paling “killer” di sekolah dengan lem super lengket, hingga celana si bapak guru robek berat. Kami sering bolos pada jam-jam pelajaran berlangsung. Bahkan tak jarang, kita ke sekolah hanya setor muka saja. Dan tentu saja, Echa yang menjadi pelopornya.
Kami juga pernah membuat salah seorang guru masuk rumah sakit, karena penyakit stepnya kambuh. Sering pula kami membuat guru-guru kewalahan menghukum karena ulah kami sendiri.  Bapak kepala sekolah pun dibuat stress dengan ulah Echa yang selalu membantahnya dengan berjuata alasan ketika diminta menghadap bapak Kepsek tercinta. Dan, banyak guru yang telah memvonis kami tidak lulus. Namun nyatanya? Kami semua lulus dengan lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja, Echa ada dibalik semua kenakalan kami. Dia selalu punya banyak cara untuk membuat orang-orang disekitarnya mengelus dada.
Echa memang tak memakai narkoba, tak minum-minuman beralkohol, atau gonta-ganti pacar. Bisa dipastikan Echa tak ingin pacaran. Yang dia katakan, takut ingin sakit hati nantinya. Namun, kenakalan Echa memang benar-benar parah. Anehnya, kedua orang tuanya tidak pernah tahu akan hal ini. Pastinya, karena Echa selalu merobek surat-surat peringatan yang ditujukan untuk orang tuanya. Echa menjadi anak paling manis saat berada dirumah. Dan berubah 180 derajat ketika disekolah, menjadi anak paling bengal.
Setelah lulus, aku dipindahkan keluar kota untuk mengikuti jenjang SMA di pesantren. Karena orang tuaku telah mencium aroma kenakalanku. Dan setelahnya, aku tak tahu nasib gank KOMETS bagaimana juga kabar mereka. Aku hanya mendapat kabar, bahwa Echa dikirim orang tuanya untuk menemani neneknya di Australia. Hingga aku lulus pun dan melanjutkan ke perguruan tinggi, aku masih tak bertemu dan mendapat kabar teman-temanku.
Dan setelah aku menjadi manager pemasaran pabrik semen, kedua orang tuaku menginginkanku segera menikah dengan gadis pilihan mereka. Aku pun menjalani proses ta’aruf dengan calon pendamping pilihan orang tuaku. Saat bertemu, gadis yang akan kupersunting memakai cadar. Aku tak tahu wajahnya, karena cukup dari mata indahnya aku tahu bahwa dia perempuan terbaik untuk hidupku.
Pernikahan pun berlangsung di rumah salah satu kerabat calon pengantinku. Aku mengucapkan ijab qobul dengan fasih, tanpa hambatan. Sedang perempuanku, masih dalam perjalanan. Usai mengikrarkan janji suci itu, aku menunggu pengantinku. Lima menit kemudian, aku mendapat telepon dari orang tua istriku. Memberi kabar bahwa istriku sedang dirawat di rumah sakit. Perempuan yang telah sah menjadi istriku ini, mengalami kecelakaan saat akan menemuiku.
Aku shock!!!
Dengan segera, aku melesatkan mobilku menuju rumah sakit. Butuh waktu 10 menit untuk sampai disana. Sesampainya, aku sibuk mencari kamar perempuan yang telah menjadi pendampingku ini. Dan 5 menit kemudian, kutemukan dirinya sedang terbaring lemah, tak berdaya. Ketika aku masuk, aku terkejut melihatnya. Seorang perempuan cantik sedang terbaring dengan selang infus menancap pada pergelangan tangannya.
Ya allah...dia Meysha!!!! Ketua gank KOMETS, saat masa SMP.
Dan, dia...
Istriku!!!!
Aku menghampirinya, kurengkuh tangannya. Dan kupanggil nama kesayanganku padanya, Echa. Tak ada respon darinya. Dokter bilang, dia koma. Lama, kupandangi wajahnya. Banyak yang berubah darinya. Dia terlihat lebih anggun, bijaksana, kalem, dan tetap cantik. Aku tersenyum menatapnya.
Delapan menit telah berlalu, namun matanya tak juga membuka. Hingga akhirnya, perlahan mata indah Echa terbuka. Menatapku beberapa saat lamanya, tersenyum padaku, lalu menutup kembali. Kulihat alat pendeteksi detak jantung yang berada disampingnya itu, menunjukkan garis lurus. Tandanya? Echa telah tiada di menit ke sepuluh aku setelah merengkuh tangannya.
Dia meninggal saat 10 menit telah berlalu dari kedatanganku. Dan dia menutup matanya setelah 30 menit sah menjadi istriku. Cukup 10 menit aku memandangnya. Cukup 10 menit aku tahu bahwa dia Meysha. Dia istriku. Dan, cukup 10 menit aku bertemu dengan gadis yang kucintai di masa lalu.
Ya allah...begitu cepatnya Kau memanggilnya. Mungkin Engkau telah menentukan yang terbaik untukku. Ku ikhlaskan dirinya untuk menghadapMu. Terima kasih Allah, Engkau telah mempertemukanku dengannya walau hanya 10 menit. Dan itu cukup untukku.

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar