Desa
Poja terletak di ujung Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Merupakan desa
Pertama dari arah barat menuju Kecamatan Gapura. Salah satu dari 17 desa yang
dimiliki oleh Kecamatan Gapura. Desa Poja berada tepat di sebelah barat Desa
Paberasan, sebelah utara Desa Lanjuk, sebelah timur Desa Beraji dan sebelah
selatan Desa Kalimo’ok.
Dikatakan
dengan sebutan Poja, karena dalam bahasa Madura Poja berarti “Pojja” yang
memiliki makna “Pemujaan”. Sebab dahulunya, desa ini merupakan tempat Pemujaan
bangsa Indonesia yang akan meminta pertolongan kepada Tuhan atas kelancaran
Perang melawan Penjajah. Bahkan, hingga saat ini tugu Pemujaan masih ada di
desa Poja.
Pemerintahan
Desa Poja tidak bersifat Monarki, tetapi bersifat Demokratis. Artinya, Kepala
Desa dipilih langsung oleh masyarakat Desa untuk masa kepemimpinan 5 tahun.
Desa
Poja memiliki 3 Dusun. Yakni Dusun Bato Jaran, Dusun Gunong Adha’ dan Dusun
Poja Laok yang masing-masing dipimpin oleh Kepala Dusun.
a) Dusun Bato Jaran
Dusun Bato Jaran
terletak paling barat dari keseluruhan Desa Poja. Bernama Bato Jaran, sebab di
Dusun ini terdapat batu raksasa berbentuk Kuda yang dahulunya selalu berbunyi
setiap malam Jumat Purnama. Seiring perkembangan jaman, suara-suara yang
terdengar seperti ringkikan kuda mulai tak terdengar kembali.
Bato Jaran dalam
Bahasa Madura berarti Batu berbentuk Kuda, yang masih tetap ada hingga kini
sebagai salah satu peninggalan sejarah yang seyogyanya tak terlupakan.
b) Dusun Gunong Adha’
Gunong dalam Bahasa
Madura memiliki arti Gunung. Sedang Adha’, berarti Depan. Disebut Dusun Gunong
Adha’ sebab Dusun ini letaknya tepat didepan sebuah bukit yang orang Madura
biasa menyebut dataran tinggi dengan sebutan “Gunong”.
c) Dusun Poja Laok
Laok bermakna
Selatan dalam Bahasa Madura. Diberi nama Poja Laok, karena Dusun ini letaknya di paling selatan Desa Poja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar