Selasa, 14 April 2015

SEJARAH SINGKAT DESA

Desa Poja terletak di ujung Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Merupakan desa Pertama dari arah barat menuju Kecamatan Gapura. Salah satu dari 17 desa yang dimiliki oleh Kecamatan Gapura. Desa Poja berada tepat di sebelah barat Desa Paberasan, sebelah utara Desa Lanjuk, sebelah timur Desa Beraji dan sebelah selatan Desa Kalimo’ok.
Dikatakan dengan sebutan Poja, karena dalam bahasa Madura Poja berarti “Pojja” yang memiliki makna “Pemujaan”. Sebab dahulunya, desa ini merupakan tempat Pemujaan bangsa Indonesia yang akan meminta pertolongan kepada Tuhan atas kelancaran Perang melawan Penjajah. Bahkan, hingga saat ini tugu Pemujaan masih ada di desa Poja.
Pemerintahan Desa Poja tidak bersifat Monarki, tetapi bersifat Demokratis. Artinya, Kepala Desa dipilih langsung oleh masyarakat Desa untuk masa kepemimpinan 5 tahun.

Desa Poja memiliki 3 Dusun. Yakni Dusun Bato Jaran, Dusun Gunong Adha’ dan Dusun Poja Laok yang masing-masing dipimpin oleh Kepala Dusun.

a) Dusun Bato Jaran
Dusun Bato Jaran terletak paling barat dari keseluruhan Desa Poja. Bernama Bato Jaran, sebab di Dusun ini terdapat batu raksasa berbentuk Kuda yang dahulunya selalu berbunyi setiap malam Jumat Purnama. Seiring perkembangan jaman, suara-suara yang terdengar seperti ringkikan kuda mulai tak terdengar kembali.
Bato Jaran dalam Bahasa Madura berarti Batu berbentuk Kuda, yang masih tetap ada hingga kini sebagai salah satu peninggalan sejarah yang seyogyanya tak terlupakan.

b) Dusun Gunong Adha’
Gunong dalam Bahasa Madura memiliki arti Gunung. Sedang Adha’, berarti Depan. Disebut Dusun Gunong Adha’ sebab Dusun ini letaknya tepat didepan sebuah bukit yang orang Madura biasa menyebut dataran tinggi dengan sebutan “Gunong”.

c)  Dusun Poja Laok
Laok bermakna Selatan dalam Bahasa Madura. Diberi nama Poja Laok, karena Dusun ini letaknya di paling selatan Desa Poja. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar