MENINGKATKAN SIKAP NASIONALISME dan PATRIOTISME melalui GERAKAN PRAMUKA
Mahasiswa Jurusan PBSI
STKIP PGRI Sumenep
Tahun ajaran 2013-2014
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan bentuk investasi jangka panjang. Disamping itu pula, pendidikan merupakan upaya bentuk membebaskan diri dari kebodohan dan kelatarbelakangan, sehingga upaya peningkatan dan perbaikan kualitas pendidikan mutlak diperlukan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM).
Pendidikan nasional harus menumbuhkan jiwa patriotik dan mempertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan sosial serta kesadaran pada sejarah bangsa, dan sikap menghargai jasa pahlawan, serta berorientasi masa depan.
Gerakan pramuka sebagai organisasi kepemudaan yang mempunyai visi dan misi untuk mengembangkan pendidikan diluar sekolah untuk menyiapkan generasi muda sebagai tunas bangsa.
Pramuka, atau sering juga disebut pandu atau kepanduan adalah sebuah gerakan pemuda yang telah merambah ke seluruh dunia. Gerakan kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik untuk pria maupun wanita, yang bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritual para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat. Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan pendidikan non-formal kepramukaan yang mengutamakan aktivitas praktis di lapangan. Saat ini, terdapat lebih dari 38 juta anggota pramuka dari 217 negara dan teritori.
Oleh karena itu, sebaiknya menanamkan sikap Nasionalisme dan Patriotisme mulai sejak awal. Meskipun telah disadari bahwa semakin canggihnya teknologi, yang juga mutlak diperlukan, tetapi jangan sampai rasa Nasionalisme dan Patriotisme luntur terhadap diri anak bangsa. Untuk bisa mencapai tujuan tersebut, Gerakan Pramuka diperlukan agar bisa membendung hilangnya rasa Nasionalisme dan Patriotisme dan mampumeningkatkan rasa Nasionalisme dan Patriotisme.
Dasar penulisan penulis ini, dari hasil wawancara sebagaimana yang telah terlampir.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan dari makalah ini adalah agar para pembaca mengerti mengenai arti nasionalisme dan patriotisme, juga tujuan pendidikan kepramukaan, visi misi pramuka, serta pengelolaan management dalam gerakan pramuka.
1.3 Rumusan Penulisan
Rumusan penulisan dalam makalah ini, adalah :
ü Apa pengertian Patriotisme dan Nasionalisme?
ü Apa saja yang ada dalam gerakan pramuka?
ü Bagaimana mewujudkan jiwa nasionalisme dan patriotism terhadapa pra pemuda bangsa melalui gerakan pramuka?
ü Bagaimana Menejemen pramuka?
1.4 Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data, penulis menetukan dengan cara wawancara. Wawancara yaitu proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si peneliti dengan objek penelitian.
1.5 Sasaran Wawancara
1. Nama : Adib Karaman
Tempat Tanggal Lahir : Tulungngagung, 23 Oktober 1965
Alamat : Jl. Adirasa Gg. Anggur Blok LL. 02 Perum B.S.A
Kolor-Sumenep
Status nikah : Sudah menikah
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Jabatan : Staff Tenaga Fungsional Penyuluh Kesehatan
Dinas Kesehatan.
Jabatan di Pramuka : Andalan cabang urusan SAKA di Pengurus Kwartir
Cabang Sumenep.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Nasionalisme dan Patriotisme
Nasionalisme adalah suatu paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara atas kesadaran keanggotaan atau warga negara yang secara potensial bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabdikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsanya.
Patriotisme adalah semangat jiwa yang dimiliki oleh seseorang untuk rela berkorban demi nama suatu bangsa atau negara.
2.2 Gerakan Pramuka
2.2.1 Pengertian
Gerakan Pramuka adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya.
"Pramuka" merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi ; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing Pramuka.
Sedangkan yang dimaksud "Kepramukaan" adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
2.2.2 Sejarah
Pertama kali adalah dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Sedangkan di tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO). Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.
Pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengabsahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan UU ini, maka Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Organisasi profesi juga diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan.
2.2.3 Tujuan Kepramukaan
Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, social, intelektual dan fisiknya, agara mereka bisa :
· Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
· Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
· Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.
2.2.4 Lambang Gerakan Pramuka
Lambang gerakan pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota Gerakan Pramuka.
Lambang tersebut diciptakan oleh Bapak Soehardjo Admodipura, seorang pembina Pramuka yang aktif bekerja di lingkungan Departemen Pertanian dan kemudian digunakan sejak 16 Agustus 1961. Lambang ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972.
Bentuk dan Arti Kiasan :
Bentuk lambang gerakan pramuka itu adalah Silhouette tunas kelapa. Arti kiasan lambang gerakan pramuka :
1. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsaIndonesia.
2. Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsaIndonesia.
3. Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dalam mesy dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.
4. Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi diIndonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
5. Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
6. Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara RepublikIndonesiaserta kepada umat manusia.
Lambang gerakan pramuka dapat digunakan pada panji, bendera, papan nama kwartir dan satuan, tanda pengenal administrasi gerakan pramuka. Penggunaan tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan dan meningkatkan kegiatan gerakan pramuka sesuai dengan kiasan yang ada pada lambang gerakan pramuka tersebut.
2.2.5 Prinsip Dasar Kepramukaan
Gerakan Pramuka berlandaskan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:
· Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
· Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam
· Peduli terhadap dirinya pribadi
· Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka
2.2.6 Metode Kepramukaan
Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:
- Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
- Belajar sambil melakukan kegiatan yang menyenangkan atau menghibur
- Sistem berkelompok
- Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik
- Kegiatan di alam terbuka
- Sistem tanda kecakapan
- Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri
- Kiasan Dasar
2.2.7 Keanggotaan
Gerakan Pramuka Indonesia memiliki 17.103.793 anggota (per 2011), menjadikannya gerakan pramuka terbesar di dunia.
2.2.8 Sifat Pramuka
Lambang Gerakan Pramuka (menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) adalah Tunas Kelapa, dikenakan pada kerah kiri baju pramuka dan Lambang WAGGGS yang dikenakan pada kerah kanan baju pramuka puteri. Sedangkan untuk putera, Lambang Gerakan Pramuka dikenakan pada kantung sebelah kiri, sedangkan Lambang WOSM pada kantung sebelah kanan kemeja. Emblem lokasi wilayah Gerakan Pramuka (berdasarkan provinsi) dikenakan pada lengan sebelah kanan baju Pramuka.
Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :
· Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
· Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
· Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja
2.2.9 Visi dan Misi
- Visi
1. Sebagai wadah pembentukan karakter bangsa sehingga melahirkan peserta didik yang kreatif, inovatif, dan berakhlak mulia dengan berlandaskan Tri Satya dan Dasa Darma
2. Sebagai sentral pengembangan pendidikan Pelopor dan Unggul di bidang Kepramukaan sehingga dapat mengembangkan minat, bakat, serta kepribadian anggota Gerakan Pramuka di Indonesia
- Misi
1. Melaksanakan pengembangan sampul latihan dan alat latihan pada berbagai jenjang golongan pramuka
2. Melaksanakan berbagai pengembangan metode kepramukaan melalui kegiatan di alam terbuka yang menarik dan menantang
3. Menyelenggarakan kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan kepramukaan
4. Menyiapkan anggota Pramuka yang terampil berbasis keilmuannya
5. Membina dan melatih peserta didik untuk mencapai tingkat pramuka tertingi yaitu Pramuka Garuda. Memperkuat kaderisasi hingga menghasilkan kader Gerakan Pramuka yang berdedikasi tinggi.
2.2.10 Fungsi Gerakan Pramuka
Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda
Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.
2. Pengabdian bagi orang dewasa
Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi.
3. Alat bagi masyarakat dan organisasi
Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.
2.3 Membangun jiwa Nasionalisme dan Patriotisme Melalui Gerakan Pramuka
Sebagai organisasi kepemudaan yang mengembangkan pendidikan, kepramukaan memiliki kaitan yang sangat erat sekali dengan pendidikan formal. Bahkan, pendidikan kepramukaan merupakan ekstra kulikuler yang wajib dilaksanakan pada setiap sekolah-sekolah, begitu pula pada perguruan-perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang juga memilih kegiatan pramuka. Hal ini membuktikan bahwa, pendidikan kepramukaan memiliki urgensi yang sangat tinggi dengan kebutuhan hidup manusia, bahkan pendidikan kepramukaan merupakan wujud dari usaha bela negara.
Pelaksanaan pendidikan kepramukaan yang wajib diterapkan ini, merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkembangkan jiwa-jiwa nasionalisme dan patriotisme. Kegiatan kepramukaan, diharap baik akan membentuk kepribadian diri.
Pendidikan kepramukaan yang diselenggarakan oleh gerakan pramuka sebagaia lembaga pendidikan luar sekolah dengan menggunakan prinsip dasar metodik, pendidikan kepramukaan memiliki tugas pokok yakni menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak dan pemuda guna menumbuhkan mereka agar menjadi generasi yang baik, sanggup bertanggung jawab terhadap bangsa dan negaranya, mampu membela dan mengisi kemerdekaan bangsa dengan melaksanakan pembangunan disegala bidang demi terwujudnya cita-cita perjuangan para pahlawan bangsa.
Sehingga dapat mewujudkan generasi muda yang mandiri, berdaya asing, dan berakhlak mulia, memiliki karakter, kepribadian, dan watak yang kuat, cerdas, tangguh, luhur budi pekertinya, serta rukun dan bersatu.
2.4 Management Gerakan Pramuka
Pendidikan kepramukaan, mendidik anak-anak berdasarkan usia, memberikan pendidikan dan pelatihan berdasarkan penggolongan usia.
Prinsip-prinsip menejemen dalam pendidikan kepramukaan menggunakan dedaktik dan metodik kepramukaan. Yakni belajar atau berlatih di alam terbuka dengan menumbuhkan nilai kreativitas dan menumbuhkan nilai kesenangan atau kegembiraan (bermain sambil belajar) dengan menarik, fun, dan menantang.
Dan menejemen gerakan pramuka, bukan dari satu orang ke orang lain, namun dengan perubahan perilaku dari tiap individu atau kelompok melalui pramuka.
Menejemen dalam pendidikan kepramukaan, tidak menggunakan atau menduplikasi dari bentuk menejemen apapun. Pendidikan kepramukaan hanya mengikuti aturan-aturan yang ada dalam menejemen, seperti bahasa angsa, yakni :
· Angsa terbang dengan formasi “V” agar efisiensi. Mengajarkan agar bekerja secara team, bergerak ke arah tujuan yang sama, membuat, mencapai tujuan lebih cepat.
· Saat salah satu angsa meninggalkan formasi dan cepat kembali. Mengajarkan sealu kompak dalam team yang bergerak ke satu tujuan.
· Saat ketua angsa kelelahan, angsa yang lainnya akan menggantikan posisinya. Mengajarkan berbagi kepemimpinan, harus didasari saling hormat, dan percaya antar anggota.
· Saat salah satu angsa sakit, ia akan meninggalkan formasi, dan bebrapa angsa lainnya akan menemaninya sehingga membentuk formasi baru. Mengajarkan tinggerdampingan dengan yang lain, apapun perbedaan seseorang.
KESIMPULAN
Gerakan Pramuka dalam meningkatkan sikap Nasionalisme dan Patriotisme para pemudaan anak-anak, bahwa dengan Gerakan Pramuka kita bisa meningkatkan sikap Nasionalisme danPatriotisme peserta didik misal dengan memberikan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara kepada anak-anak pemuda agar dapat mengetahui dasar – dasar dari Bela Negara.
Untuk mewujudkan generasi muda yang mandiri, berdaya saing, dan berakhlak mulia, gerakan Pramuka memiliki peranyang sangat penting dan menentukan. Gerakan Pramuka memberi ruang, wadah,dan media dalam membangun generasi muda yang memiliki karakter, kepribadian, dan watak yang kuat. Gerakan Pramuka memberi ruang untuk membangun generasi muda yang cerdas, tangguh, luhur budi pekertinya, sertarukun, dan bersatu.
Gerakan pramuka juga menduduki peran yang makin penting di era global sekarang ini. Era globalisasi telah menghadirkan tumbuhnya gejala universalisme dan transnasionalisme yang kian menguat. Globalisasi juga berpotensi menumbukan gejala denasionalisme atau melemahnya rasakebangsaan.
Dan dalam makalah ini, penulis menyimpulkan bahwa gerakan kepramukaan menggunakan model menejemen kebersamaan, dimana kepramukaan fokus kepada hubungan kebersamaan.
Lampiran I
Lembar Kerja
Kuisioner tentang “MENINGKATKAN SIKAP NASIONALISME dan PATRIOTISME melalui GERAKAN PRAMUKA”
Hari/tanggal wawancara : Senin, 26 November 2012 (19.00 WIB)
Tempat wawancara : Jl. Adirasa Gg. Anggur Blok LL No.02
Perum B.S.A, Kolor-Sumenep
Narasumber : Adib Karaman
1. Apa pengertian Nasionalisme dan Patriotisme?
Nasionalisme adalah suatu paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara atas kesadaran keanggotaan atau warga negara yang secara potensial bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabdikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsanya.
Patriotisme adalah semangat jiwa yang dimiliki oleh seseorang untuk rela berkorban demi nama suatu bangsa atau negara.
2. Apa pengertian gerakan pramuka?
Gerakan Pramuka adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya.
3. Bagaimana sejarah pramuka?
Pertama kali adalah dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Sedangkan di tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO). Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.
Pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengabsahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan UU ini, maka Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Organisasi profesi juga diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan.
4. Apa saja tujuan Kepramukaan?
· Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
· Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
· Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.
5. Apa Lambang Gerakan Pramuka?
Lambang gerakan pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota Gerakan Pramuka.
Lambang tersebut diciptakan oleh Bapak Soehardjo Admodipura, seorang pembina Pramuka yang aktif bekerja di lingkungan Departemen Pertanian dan kemudian digunakan sejak 16 Agustus 1961. Lambang ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972.
6. Apa saja Prinsip Dasar Kepramukaan?
· Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
· Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam
· Peduli terhadap dirinya pribadi
· Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka
7. Apa metode Kepramukaan?
- Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
- Belajar sambil melakukan kegiatan yang menyenangkan atau menghibur
- Sistem berkelompok
- Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik
- Kegiatan di alam terbuka
- Sistem tanda kecakapan
- Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri
- Kiasan Dasar
8. Bagaimana mengenai Keanggotaan pramuka?
Gerakan Pramuka Indonesia memiliki 17.103.793 anggota (per 2011), menjadikannya gerakan pramuka terbesar di dunia.
9. Apa sifat yang ada dalam gerakan Pramuka?
· Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
· Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
· Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja.
10. Apa Visi dan Misi dari gerakan pramuka ini?
- Visi
1. Sebagai wadah pembentukan karakter bangsa sehingga melahirkan peserta didik yang kreatif, inovatif, dan berakhlak mulia dengan berlandaskan Tri Satya dan Dasa Darma
2. Sebagai sentral pengembangan pendidikan Pelopor dan Unggul di bidang Kepramukaan sehingga dapat mengembangkan minat, bakat, serta kepribadian anggota Gerakan Pramuka di Indonesia
- Misi
1. Melaksanakan pengembangan sampul latihan dan alat latihan pada berbagai jenjang golongan pramuka
2. Melaksanakan berbagai pengembangan metode kepramukaan melalui kegiatan di alam terbuka yang menarik dan menantang
3. Menyelenggarakan kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan kepramukaan
4. Menyiapkan anggota Pramuka yang terampil berbasis keilmuannya
5. Membina dan melatih peserta didik untuk mencapai tingkat pramuka tertingi yaitu Pramuka Garuda.
Memperkuat kaderisasi hingga menghasilkan kader Gerakan Pramuka yang berdedikasi tinggi.
11. Apa Fungsi Gerakan Pramuka?
1. Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda
2. Pengabdian bagi orang dewasa
3. Alat bagi masyarakat dan organisasi.
12. Bagaiman seharusnya Membangun jiwa Nasionalisme dan Patriotisme Melalui Gerakan Pramuka terhadap para pemuda Indonesia?
Pelaksanaan pendidikan kepramukaan yang wajib diterapkan ini, merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkembangkan jiwa-jiwa nasionalisme dan patriotisme. Kegiatan kepramukaan, diharap baik akan membentuk kepribadian diri.
Sehingga dapat mewujudkan generasi muda yang mandiri, berdaya asing, dan berakhlak mulia, memiliki karakter, kepribadian, dan watak yang kuat, cerdas, tangguh, luhur budi pekertinya, serta rukun dan bersatu.
13. Bagaimana pengelolaan Management Gerakan Pramuka ini?
Pendidikan kepramukaan, mendidik anak-anak berdasarkan usia, memberikan pendidikan dan pelatihan berdasarkan penggolongan usia.
Prinsip-prinsip menejemen dalam pendidikan kepramukaan menggunakan dedaktik dan metodik kepramukaan. Yakni belajar atau berlatih di alam terbuka dengan menumbuhkan nilai kreativitas dan menumbuhkan nilai kesenangan atau kegembiraan (bermain sambil belajar) dengan menarik, fun, dan menantang.
Dan menejemen gerakan pramuka, bukan dari satu orang ke orang lain, namun dengan perubahan perilaku dari tiap individu atau kelompok melalui pramuka.
Menejemen dalam pendidikan kepramukaan, tidak menggunakan bentuk menejemen apapun. Pendidikan kepramukaan hanya mengikuti aturan-aturan yang ada dalam menejemen, seperti bahasa angsa.
Sumber wawancara ini, penulis peroleh dari :
Andalan cabang urusan SAKA
Kwartir Sumenep
Adib Karaman
| ||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar