Selasa, 28 Mei 2013

GARIS-GARIS BESAR AGAMA ISLAM (PERAN ISLAM DALAM KEBERAGAMAAN SESEORANG)




           Agama adalah Solusi yang tepat bagi seseorang yang bermasalah. Penanggulangan masalah moral, sosial, dan kemanusiaan melalui program berbasis agama adalah solusi paling baik dan tepat untuk dilakukan dalam kondisi apa pun. Karena agama menjadi faktor penting dalam membangun watak, kepribadian dan kesalehan bagi umat manusia.[1]
          Islam merupakan agama yang universal, maksudnya adalah ajaran Islam mencakup seluruh aspek kehidupan umat manusia yang berlaku di setiap tempat dan masa. Islam merupakan agama yang memiliki keseimbangan orientasi hidup, yaitu kehidupan dunia dan akhirat. Firman Allah :


Tiada Kami mengutus Engkau (Muhammad), melainkan untuk seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”[1]
          Penamaan Islam sebagai agama, langsung diberikan oleh Allah melalui wahyu-NYA (Al-Qur’an). Sementara itu, pemberian nama agama lain yang berkembang di dunia senantiasa diidentifikasikan kepada orang atau tokoh yang membawa ajaran tersebut, atau daerah tempat agama itu lahir. Islam merupakan agama yang indah, sehingga untuk memperoleh keindahahn itu, ada beberapa konsep-konsep dasar untuk lebih mengenal akan agama yang indah ini.
          Dalam sebuah hadist, Umar bin Khattab r.a menyebutkan, bahwa ada seorang lelaki yang datang menemui Rasululloh yang pada saat itu sedang bersama dengan para sahabat lainnya. Lelaki yang menemui Rasululloh adalah lelaki yang tak pernah dikenal sebelumnya, dan tidak ada tanda-tanda bahwa lelaki tersebut telah melakukan sebuah perjalanan. Lelaki tersebut kemudian duduk disamping Rasululloh, dan bertanya tentang apa itu Islam, Iman, dan Ikhsan, serta hari kiamat beserta tanda-tandanya. Dan diketahui setelahnya, bahwa lelaki tersebut adalah malaikat jibril. Yang datang untuk mengajarkan tentang agama Islam kepada para sahabat yang hadir disana.
          Dari cerita diatas, pertanyaan yang diajukan oleh jibril kepada Rasululloh tentang Islam, Iman, dan Ikhsan adalah merupakan tiga konsep dasar dalam agama Islam. Yaitu tentang Islma, Iman , dan Ihsan. Namun dsini penulis akan membahas mengenai Islam.
·      Islam
          Dalam hadist diatas, Rasululloh menjelaskan bahwa Islam tercakup dalam lima cakupan, yang disebut sebagai rukun Islam. Yaitu :
a.  Bersaksi atas nama Allah dan RasulNya ( Syahadatain)
b. Mendirikan sholat
c.  Mengeluarkan zakat
d. Berpuasa di bulan Ramadhan
e.  Melaksanakan haji ke Baitullah, bagi yang mampu.
          Islam adalah agama Allah yang diridho’i disisi-Nya dan yang telah diwahyukan-Nya pada Rasul-Nya, para utusan-Nya yang mulia serta disampaikan kepada manusia. Islam merupakan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad dari Tuhannya dengan kepatuhan dalam mengamalkannya dengan tunduk tanpa syarat, dan kepatuhan ini nampak dari tunduknya manusia kepada Robbul Alamin dengan tunduk yang sempurna, dan itu merupakan inti daripada Islam.[2] Sebagaimana firman Allah :


Artinya : “Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. “[1]
          Dan ini semua adalah syiar-syiar Islam yang tampak. Islam itu sendiri, secara totalitas, merupakan suatu keyakinan bahwa nilai-nilai ajarannya adalah benar dan bersifat mutlak karena bersumber dari Yang Maha Mutlak. Dengan demikian, segala yang diperintahkan dan diizinkan-Nya adalah suatu kebenaran, sedangkan segala sesuatu yang dilarang-Nya adalah kebatilan.
            Islam itu sendiri, secara totalitas, merupakan suatu keyakinan bahwa nilai-nilai ajarannya adalah benar dan bersifat mutlak karena bersumber dari Yang Mahamutlak. Dengan demikian, segala yang diperintahkan dan diizinkan-Nya adalah suatu kebenaran, sedangkan segala sesuatu yang dilarang-Nya adalah kebatilan.
Di samping itu, Islam merupakan hukum atau undang-undang (syariah) yang mengatur tata cara manusia dalam berhubungan dengan Allah (vertikal) dan hubungan antarsesama manusia (horizontal).[2] Di dalamnya mencakup dua bidang pembahasan, yaitu pertama bidang ibadah mahdah yang meliputi tata cara shalat, puasa, zakat, dan haji. Kedua, bidang ibadah ghair mahdah yang meliputi mu’amalat, munakahat, siyasat, jinayat, dan sebagainya. Sebagai standar dan ukuran dalam pelaksanaannya merujuk pada hukum yang lima yang disebut Ahkam Al-Khamsah, yaitu, wajib, haram, mubah, mandhub, dan makruh. Penerapan kelima hukum tersebut dalam kehidupan sehari-hari memiliki variasi dan pelaksanaannya bersifat fleksible melalui ijtihad yang disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan zaman. Aspek syari’ah ini disosialisasikan oleh aspek akhlak yang meliputi cara, tata kelakuan, dan kebiasaan dalam bersosialisasi dan berinteraksi, baik yang berhubungan dengan ekonomi, politik, berkeluarga, bertetangga, dan sebagainya.
          Di dalam Islam tidak mengenal konsep sekuler. Islam mengajarkan suatu jalan hidup yang menyeluruh, yang tidak mengecualikan apa pun juga.  Sekularisme merupakan nama dari suatu sistem etika dan filsafat yang bertujuan untuk memberi interpretasi atau pengaturan terhadap kehidupan manusia tanpa kepercayaan kepada Tuhan, tidak mempercayai kitab-kitab suci dan tidak percaya pada haris akhir atau kiamat.
            Islam sebagai agama yang sempurna. Kesempurnaannya terlihat dalam ajaran-ajarannya yang bersifat universal dan fleksible (luas dan luwes) serta mengharuskan terciptanya keseimbangan hidup antara duniawi dan ukhrawi, jasmani dan rohani. Sebab, kehidupan duniawi yang baik harus dijadikan media untuk mencapai kehidupan rohani yang baik. Sebaliknya, kehidupan rohani yang baik harus dijadikan media untuk memenuhi kehidupan jasmani yang baik, legal, dan halal serta di bawah ridha Allah. Oleh karena itu, Islam merupakan kekuatan hidup yang dinamis, juga merupakan suatu kode yang sesuai dan berdampingan dengan tabiat alam, dan merupakan kode yang meliputi segala aspek kehidupan insani.
Salah satu ciri yang menonjol dalam konsep Islam adalah adanya prinsip keseimbangan dan keharmonisan hidup. Islam adalah agama lahir dan batin, serta agama dunia dan akhirat. Keharmonisan ini karena Islam sesuai dengan bentuk dan jenis penciptaan alam raya yang menggambarkan keseimbangan, seperti yang diungkapkan Al-Qur’an dengan istilah Fithrah karena sifat fithrah itu sendiri adalah seimbang atau harmoni. Langit dan bumi adalah ciptaan Allah yang seimbang sehingga dapat terjadi harmoni di alam raya, seperti matahari, bulan, planet-planet yang menjadikan bumi berputar secara teratur dan melahirkan iklim dan cuaca yang seimbang sehingga layak dihuni manusia.
Islam mengembangkan kesatuan dan kesamaan, baik kesetaraan gender maupun ras dan etnik. Oleh karena itu, Islam sangat membenci diskriminasi gender dan diskriminasi rasial. Konsep persamaan yang terkandung dalam ajaran Islam melahirkan sikap saling menghargai (demokrasi) yang menjadi salah satu ciri umat Islam. Menghargai orang lain, baik fisik, kondisi maupun pendapatnya juga merupakan salah satu ciri dari demokrasi. Saling menghargai dalam tatanan umat Islam merupakan suatu keharusan yang menjadi ciri dalam komunikasi sehari-hari.





























DAFTAR PUSTAKA
  • Al-Qur’an dan Terjemah. Penerbit : Al-Huda, Gema Insani, Bandung.
  • Umar Fanani.         . Fiqh Dakwah.                  .
  • Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan. Kitab Tauhid : jilid 1. Penerbit : Darul Haq, Jakarta.


[1] Ucapan Prof. Dr. H. Nasruddin Umar, MA (Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama RI) dalam sebuah blog : http://www.speaceandmotion.com/religion-islam-muslim-islamic-qur’an.html (04-11-11, pukul:08.34 WIB)
                . Al-Qur’an dan Terjemah. Penerbit : Al-Huda, Gema Insani, Bandung. Q.S Al-Maidah [5] : 3. Hal : 108
[2] Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan. Kitab Tauhid : jilid 1. Penerbit : Darul Haq, Jakarta. Hal : 88.

[1]           . Al-Qur’an dan Terjemah. Penerbit : Al-Huda, Gema Insani, Bandung. Q.S Saba’[34] : 28. Hal : 432.
[2]Umar Fanani.         . Fiqh Dakwah.                  . Hal : 12-13




Tidak ada komentar:

Posting Komentar